Dua Ibu Ditangkap karena Paksa Anaknya Syuting Adegan Porno

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 08 Jan 2018 10:18 WIB
kekerasan seksual anak
Dua Ibu Ditangkap karena Paksa Anaknya Syuting Adegan Porno
Polda Jabar merilis perkara pembuatan video porno yang melibatkan tiga anak di Kota Bandung, Senin, 8 Januari 2018, Medcom.id - Octavianus

Bandung: Polisi menangkap enam pelaku pembuatan video porno di Bandung, Jawa Barat. Video tersebar tersebar melalui media sosial pada Desember 2017 dan meresahkan warga. Video itu menjadikan anak laki-laki sebagai pemeran.

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan penangkapan dilakukan pada Sabtu, 6 Januari 2018. Penangkapan dilakukan di beberapa lokasi di Kota Bandung.

"Beberapa yang ditangkap yaitu dua ibu yang membiarkan anak-anak mereka (syuting video porno), padahal anak-anak mereka sudah tidak mau. Tapi anak-anak dipaksa sampai menangis," kata Kapolda dalam keterangan pers di Mapolda Jabar di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin, 8 Januari 2018.

Kapolda menerangkan empat pelaku yaitu F, sutradara; APR dan IM berperan sebagai perekrut sekaligus pemeran; serta SR, perekrut. Polisi juga membekuk dua perempuan yang merupakan ibu kandung para bocah yang berperan dalam film tersebut. Keduanya berinisial SS dan HE.

Pelaku membuat video di dua hotel di Kota Bandung yaitu I dan M. Sedangkan jumlah bocah yang terlibat dalam film itu yaitu tiga orang. Mereka yaitu DN, 9; SP, 11; dan RD, 9. Mereka masih duduk di bangku SD.

"Dari penelusuran dan pengakuan F selaku sutradara dan pengambil video tersebut mengatakan bahwa, pengambilan video dilakukan dua kali yaitu pada awal April dan akhir Mei 2017," jelasnya.

Kini, ketiga bocah itu itu berada dalam penanganan unit PPA Polda Jabar. Mereka trauma atas kejadian tersebut.

Menurut Kapolda, polisi menyita barang bukti di antaranya satu buah meja bulat warna coklat ukuran diameter 15, satu buah kursi persegi kotak warna coklat ukuran 40x40cm, satu helai bed cover warna putih ukuran 2x3 meter, dan satu bantal warna putih dari kedua hotel.

Keenam tersangka ditahan di Mapolda Jabar. Mereka diancam hukuman berlapis yaitu Undang Undang Perlindungan Anak Nomor 17 tahun 2016 tentang Perpu No 1 tahun 2016 mengenai perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002.

"Mereka juga dijerat dengan UU Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi, pasal 29 sanksi pidana, minimal 6 tahun maksimal 12 tahun. Pasal 27 ayat satu sanksi pidana 6 tahun," terangnya.


(RRN)