Kapolri Klaim Ganjil-Genap Ampuh Atasi Kemacetan

Antonio    •    Jumat, 16 Mar 2018 19:04 WIB
sistem ganjil genap
Kapolri Klaim Ganjil-Genap Ampuh Atasi Kemacetan
Kapolri Jenderal Tito Karnavian usai meninjau Posko Green Line di Mega Bekasi, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jumat, 16 Maret 2018, Medcom.id - Antonio

Bekasi: Kebijakan pemerintah memberlakukan sistem ganjil genap di Gerbang Tol Bekasi ampuh mengurai kemacetan di jalan tol Cikampek-Jakarta. Namun kebiasaan berubah, sebab pengemudi mobil berangkat lebih awal.

Sistem ganjil genap kendaraan pribadi diberlakukan di Gerbang Tol Bekasi Barat 1, 2, dan Bekasi Timur 2. Sistem tersebut masuk dalam paket kebijakan Green Line.

Selain itu, kebijakan tersebut pun mengatur operasional kendaraan sumbu III sampai dengan V dari tol Karawang Barat sampai dengan Cawang. Pemerintah juga menyediakan lajur khusus bus dari Bekasi ke Jakarta.

Tiga kebijakan itu berlangsung mulai dari pukul 06.00 sampai dengan 09.00 WIB. Tiga kebijakan diberlakukan mulai 12 Maret 2018.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan paket kebijakan di Tol Jakarta Cikampek atau Program Green Line berlangsung lima hari. Kebijakan itu mampu mengurai kemacetan.

"Dengan pemberlakuan ganjil genap ini kita melihat tren yang sangat bagus. Hampir lima hari diberlakukan ini terjadi pemindahan waktu (kendaraan masuk ke Jakarta)," kata Kapolri di Bekasi, Jumat 16 Maret 2018.

Dia mengatakan, kendaraan pribadi yang pelat nomornya tidak sesuai dengan tanggal cenderung memajukan jam pemberangkatannya. Berdasarkan data yang diperoleh Medcom.id dari Jasamarga, jumlah kendaraan yang melintas pada pukul 05.00 - 06.00 WIB lebih besar dibanding dari pukul 04.00 - 05.00 WIB.

"Terjadinya pemerataan, penyebaran waktu. Yang tadinya jam 6 sampai jam 9 menjadi lebih cepat sedikitlah, jam 5 sampai jam 6," ujarnya.

Selain itu, ujar dia, terjadi pemerataan atau penyebaran arus yang digunakan untuk ke Jakarta. Hal itu disebabkan karena kendaraan yang pelat nomornya tidak sesuai beralih masuk pintu tol lain untuk menuju Jakarta.

Berdasarkan informasi dari Dinas Perhubungan Kota Bekasi, tiga Gerbang Tol (GT) mengalami peningkatan jumlah kendaraan yang melintas. Diantaranya ialah GT Cikunir 2, 3 dan GT Tambun.

"Akibatnya yang terjadi di ruas ini selama lima hari terjadi penurunan beban kendaraan sebanyak 40 persen hampir 50 persen. Ini membuat kecepatan arus menjadi lebih lancar," jelasnya.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, terjadi peningkatan kecepatan kendaraan setelah dilakukan evaluasi program Green Line.

Rata-rata, kendaraan bisa dipacu dengan kecepatan mencapai 60 km/jam setelah diberlakukannya program tersebut. "Waktu tempuh rata - rata 47 menit dari Bekasi ke Cawang. Dulu satu setengah jam. Jadi ada peningkatan," tambahnya.






(RRN)