UNPAR Galang Donasi untuk Korban Bencana Sulteng

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 13 Dec 2018 17:56 WIB
UNPAR
UNPAR Galang Donasi untuk Korban Bencana Sulteng
UNPAR Galang Donasi untuk Korban Bencana Sulteng. (Foto: Dok. UNPAR)

Bandung: Proses pemulihan usai bencana gempa dan tsunami yang menimpa Sulawesi Tengah (Sulteng) masih berlanjut. Komunitas Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) ikut terlibat dalam proses pemulihan tersebut dengan memberikan bantuan yang dikoordinasikan oleh Korps gabungan sukarela (Korgala) UNPAR.

Menutup masa penggalangan dana, Korgala menghadirkan aksi amal bertajuk Cahaya untuk Palu-Donggala di Student Center Teknik, pada Kamis, 22 November 2018. Acara ini merupakan aksi kolaborasi yang dilakukan oleh Korgala bersama dengan unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di UNPAR, yaitu Mahasiswa Parahyangan pencinta alam (Mahitala), Lingkung seni tradisional (Listra), Potret, UNPAR Radio Station (URS), Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UNPAR, Media Parahyangan, serta Sastra dan teater (Sartre). 

Diawali dengan Tari Merak dari Listra UNPAR, acara dilanjutkan dengan gelar wicara, pembacaan sajak, dan penampilan musik dari mahasiswa UNPAR. Acara malam itu ditutup dengan doa bersama, mengantar doa-doa hadirin bagi para penyintas gempa dan tsunami Palu dan Donggala.

Berbagi cerita

Dalam kesempatan ini, Korgala mengundang relawan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Mahitala yang terlibat langsung dalam proses evakuasi dan pemulihan usai bencana di Sulteng untuk berbagi pengalaman dan rasa simpatinya. Hadirin diajak untuk mendalami pengalaman para relawan bencana, serta meningkatkan rasa kepedulian bagi para korban yang masih terus bertahan untuk melanjutkan hidup.

Cerita tidak hanya disampaikan lewat gelar wicara semata, berbagai foto yang diambil dari lokasi bencana juga turut dipamerkan dalam kegiatan ini. Lewat foto, hadirin dapat melihat betapa besar kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa dan tsunami yang menerjang Teluk Palu. 

Namun, foto-foto juga menunjukkan besarnya asa yang masih ada dalam diri pada penyintas maupun relawan penolong untuk bangkit. Acara ini menjadi ajang mempersatukan keluarga besar UNPAR untuk bersimpati bagi duka masyarakat di Sulteng. 

“Yang penting, niatnya berdoa bersama. Di sisi lain, kita bisa kerja sama dengan pihak lain untuk membangun kesadaran kemanusiaan dari mahasiswa UNPAR,” ujar Ketua Pelaksana Cahaya untuk Palu-Donggala Souphavanh Boutthavong.



(ROS)