Bupati Serang Hattrick Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Al Abrar    •    Rabu, 19 Dec 2018 17:43 WIB
pemerintah daerah
Bupati Serang <i>Hattrick</i> Raih Anugerah Parahita Ekapraya
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise saat menyerahkan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kepada Bupati Serang, Banten, Ratu Tatu Chasanah. Istimewa

Serang: Bupati Serang, Banten, Ratu Tatu Chasanah kembali meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tingkat madya di bidang pemberdayaan perempuan, pengarusutamaan gender (PUG), dan perlindungan anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Anugrah ketiga kalinya ini diperoleh Ratu Tatu Chasanah secara berturut-turut sejak 2014. 

Penghargaan kepada bupati perempuan pertama di Serang  tersebut langsung diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, APE menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, tetapi tidak boleh berpuas diri dan harus menjadi motivasi untuk terus menjalankan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Apalagi,dalam kategori madya dan harus ditingkatkan menjadi APE utama.

"APE tingkat madya ini menggambarkan bahwa kebijakan dan program Pemkab Serang sudah berjalan dengan baik. Namun masih menjadi pekerjaan rumah, bagaimana pengarusutamaan gender ini diimplementasikan oleh masyarakat, " katanya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise mengatakan, penghargaan yang disampaikan setiap dua tahun ini, juga diberikan kepada 9 kementerian/lembaga, 22 pemerintah provinsi, dan 159 pemerintah kabupaten/kota.

"Ada perubahan drastis pendidikan dan teknologi menjadikan peran perempuan menjadi lebih besar. Dulu ibu kita menghabiskan setengah, bahkan sepanjang hari untuk mengurus rumah tangga. Sekarang mungkin hanya sejam. Misalnya, dengan ada mesin cuci tugas ibu rumah tangga dipermudah, dipercepat. Pakaian bisa langsung kering," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh instansi yang meraih penghargaan APE. Ia menilai, peran
perempuan saat ini telah berubah seiring perkembangan pendidikan dan
teknologi.



Wapres mengungkapkan, saat ini sekira 75 persen yang meraih prestasi cumlaude pada lulusan perguruan tinggi adalah perempuan. Kemudian di era demokrasi saat ini, pemerintah mengupayakan keterlibatan perempuan pada proses pemilihan umum dan jabatan menteri.

"Sebanyak 25 persen menteri di kabinet saat ini adalah perempuan. Jadi kita punya kemajuan berarti dalam bidang pemberdayaan perempuan,"katanya.

APE dibagi menjadi empat kategori, yaitu Pratama, Madya, Utama, dan Mentor. Selain keempat kategori  tersebut, Penghargaan khusus juga diberikan kepada Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) atas peran aktif dalam menggerakkan strategi PUG dalam pembangunan.

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang, Oyon Suryono,  mengungkapkan Kabupaten Serang pada 2013 menerima APE pratama serta pada 2014, 2016, dan 2018 meraih APE madya.

"APE diberikan dua tahun sekali, dan menggambarkan kebijakan Pemkab Serang sudah mendukung pemberdayaan perempuan serta pengarusutamaan gender dan perlindungan anak, katanya.

Secara kebijakan, kata dia, Kabupaten Serang sudah punya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengarusutamaan Gender dan Perda Perlindungan Anak.

"Tingkat masyarakat juga harus turut serta melaksanakan amanat perda ini. Kita tiga kali dapat APE madya, jadi ke depan harus mampu naik tingkat menjadi madya," ujarnya. 



(ALB)