Formalin Masih Menghantui Pasar di Kota Tangerang

Hendrik Simorangkir    •    Kamis, 20 Dec 2018 12:52 WIB
makanan berformalin
Formalin Masih Menghantui Pasar di Kota Tangerang
Petugas melakukan pengecekan terhadap sejumlah makanan yang berada di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Kamis, 20 Desember 2018. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir.

Tangerang: Menjelang Natal dan Tahun Baru 2019, satuan tugas (satgas) Pangan Polres Metro Tangerang Kota dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar Anyar Kota Tangerang. Sidak tersebut menemukan sejumlah makanan mengandung formalin dan pestisida.

"Kami temukan usus dan daging ayam mengandung formalin dan jenis bahan pengawet berbahaya lainnya. Selain itu, kami juga menyita beberapa sayuran yang mengandung pestisida dari pedagang," kata Kabid Pertanian Dinas Pangan Kota Tangerang, Ibnu Ariefyanto saat sidak di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Kamis, 20 Desember 2018.

Ibnu menambahkan, sejumlah produk makanan yang diamankan dari lima pedagang. "Barang yang kami sita itu kami bawa untuk dijadikan sample produk uji laboratorium," ungkap Ibnu.

Tim satgas pangan dari pihak Polres Metro Tangerang Kota, AKP Supriyanto menjelaskan, sidak tersebut bukan hanya meninjau bahan pangan yang mengandung pengawet berbahaya, melainkan juga memantau harga jelang Natal dan Tahun Baru 2019.

"Hasil pantauan kami bersama di pasar Kota Tangerang, ada beberapa bahan pokok yang harganya stabil seperti beras, tapi juga ada yang meningkat," jelas Supriyanto. 

Dari hasil tanya jawab kepada pedagang, kenaikan harga disebabkan keterhambatan pengiriman serta kenaikan harga dari pihak distributor.

"Meningkatnya rata-rata disebabkan dari distributornya. Karena pedagang disini banyaknya barang jualan mengambil dari luar kota," ungkap Supriyanto.

Menurut Supriyanto, stok bahan pokok di Kota Tangerang dinyatakan masih mencukupi. Oleh karenanya, satgas pangan yang telah terbentuk akan terus memantau harga maupun stok di pasar. Hal tersebut guna menjaga kestabilan pangan di kota seribu industri tersebut.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bisa menjaga kestabilan harga," pungkas Supriyanto.


(DEN)