Warga Minta Tambahan Dana Kompensasi TPST Bantargebang

Antonio    •    Kamis, 25 Oct 2018 13:54 WIB
sampah jakartasampah
Warga Minta Tambahan Dana Kompensasi TPST Bantargebang
Sejumlah truk pengangkut sampah DKI Jakarta antre menurunkan muatan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/10/2018). ANTARA FOTO/Risky Andrianto.

Bekasi: Warga yang tinggal di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, meminta penambahan kompensasi dalam bentuk bantuan langsung tunai atau yang dikenal dengan sebutan 'uang bau'.

Saat ini, warga yang terdampak TPST Bantargebang mendapatkan dana kompensasi sebesar Rp200 ribu setiap bulannya. Bantuan tersebut diberikan secara berkala, yakni tiga bulan satu kali.

Salah satu warga Kelurahan Ciketing Udik, Yunus mengatakan, uang bau yang diterima tidak sebanding dengan dampak yang ia terima. Karena, warga harus menghirup bau tidak sedap selama satu bulan.

"Kalau dihitung dengan kerugian, kami merasa rugi," kata Yunus di Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 25 Oktober 2018.

Senada, warga lainnya bernama Dewi menyatakan, uang yang diterima warga memang tepat waktu. Tapi, ia menilai perlu ada tambahan dengan nilai yang lebih laik.

Apalagi tempat tinggalnya tidak jauh dari lokasi TPST Bantargebang. "Kalau bisa ditambah. Air aja sudah enggak bisa dipakai minum. Kalau minum harus beli," beber Dewi.

Pemberian kompensasi tersebut sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkot Bekasi dengan Pemprov DKI Jakarta. Uang bau itu diberikan untuk warga yang terdampak keberadaan TPST di Kelurahan Cikiwul, Ciketing Udik dan Sumurbatu.

Pemprov DKI Jakarta mencatat ada sebanyak 18 ribu kepala keluarga yang mendapat dana kompensasi tersebut. Pada tahun ini, anggaran yang digelontorkan untuk kompensasi ialah sebesar Rp194 miliar


(DEN)