Selain Bandung, Banjir Bandang Landa Sukabumi dan Garut

Kristiadi, Benny Bastiandi    •    Rabu, 09 Nov 2016 19:22 WIB
banjir
Selain Bandung, Banjir Bandang Landa Sukabumi dan Garut
Dampak dari banjir di Garut pada 20 September lalu. Foto: Antara/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Sukabumi: Banjir bandang bersamaan hujan deras, merendam sejumlah rumah dan menghanyutkan beberapa mobil milik warga di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 9 November 2016.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat belum mendata pasti jumlah rumah yang terdampak banjir bandang akibat meluapnya aliran sungai di wilayah itu.

"Kami masih di perjalanan menuju lokasi. Kabarnya memang ada sejumlah rumah terendam dan mobil yang hanyut. Tapi kami belum mengetahui berapa jumlahnya," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo.

Usman baru mengetahui banjir bandang itu terjadi di Desa Mekarjaya. "Yang kami terima laporannya baru satu desa yakni di Desa Mekarjaya. Tadi kami baru memantau bencana serupa yang memutuskan infrastruktur jembatan di Kecamatan Sagaranten. Sekarang kami langsung menuju ke lokasi di Kecamatan Cidolog," tuturnya.

Berdasarkan informasi, banjir bandang di wilayah itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat hujan deras sejak siang. "Ketinggian air kabarnya mencapai 1 meter hingga 1,5 meter," ujar Usman. 

Banjir juga melanda Garut akibat hujan deras yang mengguyur dua jam. Banjir terjadi karena luapan Sungai Cikawung di Kampung Cibegang, Desa Mekarmukti, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut.

Luapan sungai ini merendam jalan Raya Bungbulang-Rancabuaya dengan ketinggian satu meter. Akibatnya, satu rumah panggung roboh. 

"Tidak ada korban jiwa meski areal persawahan masyarakat tergenang dan ada tebing yang longsor," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Garut, Dadi Jakarya.

Banjir memutus jalan pengubung Kecamatan Bungbulang dan Kecamatan Rancabuaya hingga arus kendaraan dialihkan ke Kecamatan Caringin. "Masyarakat panik karena mereka takut banjir pada 20 September terulang lagi," kata dia.


(UWA)