Tanggapan Aa Gym soal Status Tersangka Ahok

Roni Kurniawan    •    Kamis, 17 Nov 2016 11:09 WIB
kasus hukum ahok
Tanggapan Aa Gym soal Status Tersangka Ahok
Abdullah Gymnastiar di Masjid Daarut Tauhiid, Jalan Gegerkalong Girang No 38, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/11/2016). (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym mengapresiasi kinerja penegak hukum.

Penetapan status tersangka pada Gubernur (nonaktif) DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai sebagai perjalanan sangat mahal dan berharga bagi semua pihak.

Aa bilang, semua elemen masyarakat serta pejabat harus mengambil hikmah atas kasus ini. Kasus tersebut dianggapnya sebagai pelajaran agar masyarakat semakin dewasa, matang, dan bisa bernegara dengan berbagai cara yang baik dan benar.

"Sangat rugi kita semua kalau tidak mengambil hikmah dari kejadian ini yang membuat kita bisa mengevaluasi diri dan membuat kita menjadi lebih baik," ujar Aa Gym di Masjid Daarut Tauhiid, Jalan Gegerkalong Girang No 38, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/11/2016).

Baca: Ahok Tersangka, Muhammadiyah: Bukti Tegaknya Hukum

Aa berpendapat, kasus ini terjadi lantaran tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. "Tidak berbicara pada tempatnya," kata dia.

Atas kasus tersebut, dia meminta semua elemen berhati-hati dalam tingkah laku dan berucap. Pasalnya, lanjut Aa Gym, keadilan saat ini merupakan masalah terbesar di Indonesia sehingga sering timbul gejolak di tengah-tengah masyarakat.

"Oleh karena itu mudah-mudahan setelah ini kita benar-brnar mengevaluasi rasa adil kita, menempatkan sesuatu pada tempatnya. Siapapun harus menyadari bahwa ketidakadilan adalah sumber masalah," kata dia.

Aa Gym diketahui menjadi salah satu tokoh yang hadir pada unjuk rasa 4 November. Massa pengunjuk rasa kala itu, meminta Presiden dan polisi menetapkan Ahok sebagai tersangka.

Baca: Muhammadiyah: Aksi 25 November tak pada Urgensinya

Kemarin, Bareskrim Polri telah menetapkan Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. Ahok disangkakan Pasal 156a KUHP juncto Pasal 28 ayat 4 UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebut penyidik tidak menahan tersangka, hanya pencegahan ke luar negeri. Keputusan itu didasarkan pada gelar perkara pada Selasa (15/11/2016).


(SAN)