Pengukuran Lahan Bandara Kertajati Dijaga 2.000 Personel

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 17 Nov 2016 14:25 WIB
bandara
Pengukuran Lahan Bandara Kertajati Dijaga 2.000 Personel
Ribuan personel berjaga saat pengukuran tanah terdampak Bandara Kertajati, di Desa Sukamulya, Majalengka, Kamis 17 November 2016. Foto: Polda Jabar

Metrotvnews.com, Bandung: Sempat tegang saat pemerintah mencoba mengukur lahan untuk pembangunan Bandara Kertajati, di Desa Sukamulya, Majalengka, Jawa Barat, hari ini Polda Jabar menurunkan 2.000 personel menjaga keamanan.

"Pengukuran lahan berjalan kondusif. Ini sedang dilakukan di lokasi," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis (17/11/2016).

Anggota polisi yang berjaga terdiri dari anggota anggota Polda Jabar, Polres Majaleng, anggota TNI, dan Satpol PP.

Pengukuran tanah oleh Pemprov Jabar akan diikuti dengan pemberian ganti rugi bagi masyarakat yang terdampak pembangunan bandara.

"Setelah diukur, pemprov akan langsung bayar ganti rugi. Semuanya sudah ada kesepakatan," kata dia.

Baca: Bandara Kertajati Bisa Tarik 1 Juta Wisatawan ke Cirebon

Menurut Yusri, sejumlah warga yang menolak tanahnya diukur sebagian besar karena terprovokasi oknum yang menyatakan lahan diambil secara paksa.

Baca: Proyek Bandara Kertajati Ditarget Rampung 2017

Lahan warga di Desa Sukamulya yang terdampak pembangunan Bandara Kertajati atau Bandara Internasional Jawa Barat seluas 740 hektare. 

Bandara Kertajati akan dibangun di atas lahan 1.800 hektare. Di sekitar bandara akan dibangun kawasan perdagangan, jasa, dan bisnis atau aerocity dengan total luas lahan 3.400 hektare.


(UWA)