Konsumsi Garam & Lemak Warga Jabar Tertinggi Se-Indonesia

Roni Kurniawan    •    Selasa, 29 Nov 2016 15:37 WIB
kesehatan
Konsumsi Garam & Lemak Warga Jabar Tertinggi Se-Indonesia
Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial. Foto: Metrotvnews.com/Roni

Metrotvnews.com, Bandung: Tingkat konsumsi garam dan lemak warga di Jawa Barat tertinggi se-Indonesia. Hal itu terjadi karena masyarakat cenderung tak melihat komposisi di kemasan makanan atau minuman yang hendak dikonsumsi.

Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Zahmir Setiawan, mengatakan tingkat konsumsi gula, garam, dan lemak secara nasional tinggi.

Sebanyak 26,2 persen penduduk Indonesia mengonsumsi garam berlebih. Angka ini naik dibandingkan 2009 sebesar 24,5 persen. Konsumsi lemak juga naik menjadi 40,7 persen dibandingkan 2009 yang sebesar 12,8 persen.

"Akibatnya, penyakit jantung berada di urutan pertama penyakit yang mendominasi. Selanjutnya, gagal ginjal, kanker, dan stroke," kata Zahmir saat menjadi pembicara dalam seminar bertema Cermati Konsumsi Gula, Garam, Lemak, dan Baca Label Kemasan Makanan, di Hotel Arion Swiss Belhotel, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/11/2016).

Di Jawa Barat, konsumsi gula warganya sebesar 2,2 persen (tingkat nasional 4,8 persen), konsumsi garam 53,8 persen (tingkat nasional 52,7 persen), dan konsumsi lemak 31,2 persen (tingkat nasional 26,5 persen).

Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan Pemerintah Kota Bandung akan berupaya menekan tingkat konsumsi gula, garam, dan lemak. "Kita akan mencoba mengeluarkan beberapa regulasi melalui Dinas Kesehatan," kata Oded.

Head of Nutrifood Research Center, Susana, mengatakan tingginya konsumsi gula, garam, dan lemak karena warga lalai memantau tabel komposisi di wadah makanan. 

"Banyak masyarakat malas membaca komposisi pada kemasan makanan sebelum membeli sebuah produk," ujar dia.

Ia mengatakan, masyarakat umumnya hanya memperhatikan label halal dan waktu kedaluwarsa saat hendak membeli produk makanan. Padahal, lanjutnya, membaca Informasi Nilai Gizi (ING) yang ada di label kemasan tak kalah penting.

"Kami berharap Pemkot Bandung menindaklanjutinya dengan menyusun kebijakan-kebijakan yang dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat," kata dia.

 


(UWA)