Pekerja Akui Proyek Elevated Tol Jakarta-Cikampek masih Dilakukan

Antonio    •    Kamis, 22 Feb 2018 17:59 WIB
infrastruktur
Pekerja Akui Proyek <i>Elevated</i> Tol Jakarta-Cikampek masih Dilakukan
Beberapa pekerja masih bekerja di lokasi pembangunan jalan tol layang atau elevated Jakarta-Cikampek, Kamis 22 Februari 2018, Medcom.id - Antonio

Bekasi: Pengerjaan pembangunan proyek jalan tol layang atau elevated Jakarta-Cikampek masih berlangsung. Padahal Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Men PUPR) Basuki Hadimuljono menginstruksikan penghentian sementara pengerjaan pembangunan infrastruktur berisiko tinggi mulai hari ini, Kamis, 22 Februari 2018.

Baca: Moratorium Proyek Infrastruktur Berlaku Efektif Besok

Pantauan Medcom.id, sekitar pukul 12.00 WIB, tampak beberapa pekerja beristirahat di kantin. Ojan, 55, pekerja asal Garut, mengaku baru beberapa hari bekerja di proyek tersebut.

"Sekarang masih jam istirahat. Nanti pasang besi lagi dan bekisting (cetakan sementara penahan beton). Yang di bagian atas saya (tempat pengerjaannya di bagian jalur tol layang)," kata Ojan.

Ojan mengaku bekerja selama delapan jam mulai pukul 08.00 WIB. Sekitar pukul 12.00, ia dan rekan-rekannya beristirahat. Satu jam kemudian mereka kembali bekerja. Saat pukul 15.00, pengecoran dilakukan selama lima jam. 

Ojan mengaku timnya beranggotakan 16 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah. Mereka bertugas memasang besi dan kayu. Untuk mengerjakan tugas itu, upah para pekerja beragam. Namun, ungkap Ojan, ia mendapat upah Rp100 ribu per hari.

Lain lagi pernyataan dari Humas Jasa Marga cabang Jakarta - Cikampek, Irwansyah. Ia membantah pengerjaan masih berlangsung. Ia menjamin tidak ada pengerjaan sesuai dengan instruksi kementerian.

"Ya, kan tidak mungkin proyek di tinggal begitu saja. Harus dijaga - jaga juga. Tapi pasti dijamin, tidak ada pengerjaan yang dilakukan," ujarnya.

Irwansyah mengaku tak tahu soal pemasangan besi dan kayu di lokasi proyek. Bilapun ada pekerjaan, ujarnya, itu untuk kebutuhan keselamatan.

"Kalau tidak dikerjakan, khawatirnya bahan-bahan yang lokasi proyek bisa membahayakan orang lain," lanjut Irwansyah.


(RRN)