Dedi Mulyadi Janji Perbanyak Dokter Cegah Stunting

Antonio    •    Jumat, 16 Mar 2018 13:03 WIB
gizi kurangstunting
Dedi Mulyadi Janji Perbanyak Dokter Cegah Stunting
ilustrasi Medcom.id

Bekasi: Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Dedi Mulyadi akan menambah jumlah dokter di seluruh wilayah Jawa Barat jika nanti terpilih sebagai Wakil Gubernur. Hal itu untuk mencegah terjadinya Stunting pada balita.

Dedi mengatakan, kedepannya harus ada upaya perlindungan kesehatan masyarakat sejak kehamilan seorang perempuan. Hal itu sebagai salah satu langkah untuk memastikan kondisi bayi yang tengah dalam kandungan mendapatkan asupan gizi yang sesuai.

"Seluruh jaringan Posyandu dan dokter kandungan harus tersebar di seluruh daerah. Sehingga, sejak dini orang tua sudah bisa memeriksakan anaknya ketika dalam kandungan," kata Dedi di Bekasi, Jumat 16 Maret 2018.

Baca: 18 Ribu Balita di Bekasi Menderita Stunting

Tidak sampai disitu, menurut Dedi, seorang bayi juga perlu mendapatkan pelayanan kesehatan dari dokter anak setelah lahir. Untuk mencegah ketidaktahuan orang tua jika anak terkena penyakit.

"Jumlah dokter kandungan dan dokter anak harus ditambah dan disebarkan di seluruh kecamatan di Provinsi Jawa Barat. Terutama di daerah - daerah yang kasus stuntingnya tinggi," tambahnya.

Selain itu, dia juga telah mempersiapkan sistem untuk penyelesaian persoalan yang ada di daerah. Sistem itu perlu dibangun dengan sinergitas antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Kabupaten.

"Misalnya di Kota Bekasi ada 70 masalah, dari 70 masalah berapa yang bisa diselesaikan tingkat kota. Sisanya harus diselesaikan provinsi termasuk stunting," ujarnya.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat 18.145 balita, atau 11,2 persen dari total balita, mengalami stunting. Data tersebut berdasarkan perhitungan 2017.

Walau masih tinggi, angka tersebut menunjukkan jika dibandingkan dengan 2015 dan 2016. Pada tahun tersebut balita penderita masing-masing berjumlah 18.215 dan 18.200 anak.

Persentase tersebut menunjukan bahwa Kota Bekasi masih di bawah ambang batas masalah gizi nasional. "Ambang batas gizi nasional itu 20 persen. Dan Alhamdulillah ini juga dari tahun ke tahun mengalami penurunan," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi.


(ALB)