Menpora Ingin PMII Berpijak pada Nilai Pesantren dan NKRI

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 18 Apr 2018 11:54 WIB
berita kemenpora
Menpora Ingin PMII Berpijak pada Nilai Pesantren dan NKRI
Menpora Imam Nahrawi (tengah) menghadiri Harlah PMII ke-58 di Gedung Sabuga ITB, Bandung, Jawa Barat. Foto: Dok. Kemenpora

Bandung: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memberi pesan kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) agar terus berpijak pada tradisi dan nilai pesantren untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Hal itu disampaikan Menpora saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) PMII ke-58 di Gedung Sabuga Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Selasa, 17 April 2018.

"Semoga PMII di usianya yang sudah matang semakin mantap, eksis, istikamah, sabar, dan konsisten. Tidak pernah patah semangat untuk menatap masa depan Indonesia yang lebih baik. PMII harus mempertahankan budaya kritis, idealis, dan konstruktif dalam memberikan pendapat dan gagasan. Juga konsisten berpijak pada tradisi dan nilai pesantren untuk NKRI. Tetap #SatuCitaSatuJiwa untuk bergerak membangun negeri dengan menampilkan wajah Islam yang damai, sejuk, dan rahmatan lil alamin," ujar Imam, disitat Kemenpora.go.id.
 
Acara yang mengambil tema Satu Barisan dan Satu Cita PMII Untuk Indonesia tersebut dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo bersama Mensesneg Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menaker Hanif Dhakiri, Mendes PDT Eko Putro Sandjojo, Kapolri Tito Karnavian, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Ketua Majelis Pembina Nasional PMII yang juga Ketum PKB Muhaimin Iskandar. 
 
Pada kesempatan yang sama, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan senang bisa hadir di Harlah PMII. Ia mengaku merasakan semangat gerakan muda umat muslim di Indonesia.

"Saya senang bisa hadir di sini, karena setiap bertemu dengan kader PMII bisa langsung merasakan samangat gerakan muda umat muslim di Indonesia. Semangat perjuangan santri, semangat intelektual muslim Indonesia dan saya optimistis masa depan Indonesia semakin cerah jika kader-kader PMII semangatnya tetap di pertahankan," kata Jokowi. 
 
Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Indonesia memiliki penduduk 263 juta orang yang tersebar di 17 ribu pulau. Penduduknya memiliki latar belakang berbeda-beda dari suku, agama, budaya dan bahasa. 

"Kita memiliki 714 suku dan memiliki 1100 bahasa daerah. Ini bisa menjadi kekuatan, bisa menjadi potensi tapi bisa juga menjadi ujian dan rintangan buat kita semua. Perlu saya ingatkan bahwa untuk menjadi negara yang besar dan kuat ekonominya pasti ada ujiannya. Karenanya kita semua harus optimis bisa ngatasi rintangan-rintangan ini," kata Jokowi menegaskan. 
 
Jokowi juga optimistis Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia."InsyaAllah, 2030 kita bisa di posisi tujuh sampai 10 terbesar ekonomi terkuat di dunia. Posisi Indonesia akan terus melejit di tahun-tahun yang akan datang. Bahkan, pada 2040-2045 nanti, ekonomi Indonesia bisa ada di urutan keempat terbesar di dunia," ujarnya menjelaskan. 
 
Sementara itu, Ketua Majelis Pembina Nasional PMII Muhaimin Iskandar mengaku sangat bangga dengan kehadiran Jokowi di acara PMII. "Presiden RI Bapak Joko Widodo, yang tiada henti terus menerus bekerja dari berbagai tempat dan hari ini kita semua keluarga besar PMI sangat bangga atas kehadiran beliau," ungkap Muhaimin. 
 
Rangkaian Harlah PMII ke-58 ini antara lain penanaman 1.000 pohon di hulu sungai Cisanti, Car Free Day sekaligus petisi damai, ziarah makam ketua umum pertama PMII, Khotmil Quran sebanyak 58 kali, seminar energi, panggung budaya dan seminar pembangunan Indonesia. 


(ROS)