ITB Mengakui Ada Organisasi Mahasiswa Terpapar Radikalisme

Roni Kurniawan    •    Rabu, 06 Jun 2018 12:01 WIB
radikalisme
ITB Mengakui Ada Organisasi Mahasiswa Terpapar Radikalisme
Gerbang utama kampus ITB di Jalan Ganesa, Kota Bandung, Jawa Barat. (Foto: Roni K)

Bandung: Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak menampik adanya kegiatan mahasiswa yang diduga mengarah ke organisasi radikal. Kegiatan tersebut bahkan kerap mendiskusikan landasan negara yang terindikasi radikalisme.

Wakil Rektor ITB Bidang Komunikasi dan Organisasi Miming Wiharja menegaskan telah membekukan kegiatan organisasi yang mengarah ke radikal, yakni HATI (Harmoni Amal dan Titian Ilmu).

"Memang tidak disangkal bahwa ada satu grup diskusi yang namanya HATI. Satu unit kegiatan mahasiswa yang saat ini sebetulnya sudah dibekukan. Sudah cukup lama sebelum peristiwa yang baru-baru ini," kata Miming kepada Medcom.id di Bandung, 6 Juni 2018.

Miming mengatakan kegiatan diskusi yang dilakukan HATI mengarah ke bentuk dasar negara dan dianggap oleh Rektorat ITB berpotensi radikal. Sehingga telah dibekukan selama satu tahun terakhir. 

"Saat ini sudah tidak diakui secara resmi karena sudah kita bekukan. Juga tidak boleh ada kegiatan-kegiatan lainnya," sambung Miming.

Baca: Lebih Dari 7 Kampus Berpotensi Terpapar Radikalisme

Miming mengaku, berdasarkan data yang ada di ITB, sekitar 50 mahasiswa bergabung dalam organisasi tersebut. Namun, pihaknya belum mengetahui aktivitas mahasiswa yang sempat tergabung dalam HATI.

"Sekarang kurang tahu juga. Tapi prinsipnya di ITB, baik staf pengajar ataupun yang lainnya, ketika diterima bagian dari ITB sudah menyatakan sumpah. Di antaranya adalah setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945," pungkasnya.

Untuk mencegah hadirnya kembali organisasi tersebut, ITB kerap mengadakan diskusi atau kuliah umum dengan mengundang tokoh nasional. Hal itu bertujuan untuk memberikan pemahaman agar para mahasiswa tidak terjerumus ke paham radikal yang menyasar ke setiap kampus.

"Kita memberikan pengarahan-pengarahan tentang berkomitmen NKRI secara terus-terusan," ungkapnya.


(LDS)