Tiga Wilayah Kota Depok Longsor

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 12 Nov 2018 05:19 WIB
tanah longsor
Tiga Wilayah Kota Depok Longsor
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.

Depok: Kota Depok diguyur hujan intensitas tinggi sejak Sabtu, 10 November, hingga Minggu, 11 November 2018. Hujan dengan intensitas tinggi itu menyebabkan longsor di tiga lokasi.

Menurut informasi yang dihimpun, tiga insiden terjadi di RW 05 Kelurahan Jatijajar Kecamatan Tapos, Jalan Benda Kramat Bukit Cengkeh 1 RT 03 RW 01 Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis, dan Perumahan Mutiara Depok Sukmajaya.

Salah satu warga Kelurahan Jatijajar Habibie mengatakan longsor terjadi Minggu, 11 November 2018, sekitar pukul 05.00 WIB. Longsor terjadi di atas Kali Baru Jalan Raya Bogor. Insiden ini merusak satu musala.

"Turap penahan jebol hingga amblas ke kali, karena air dari saluran di dekat turap yang longsor mengikis lahan di sana hingga akhirnya longsor," kata Habibie, Minggu, 11 November 2018.

Peristiwa kedua terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Jalan Benda Kramat Bukit Cengkeh, Kelurahan Tugu, Cimanggis. Longsor merusak sebuah warung kopi dan bangunan pos warga.

Salah satu warga Ansori mengatakan beberapa orang yang berada di pos warga sempat terbawa material longsor. Beruntung, mereka bisa diselamatkan. Namun, warga mulai khawatir dengan longsor susulan karena intensitas hujan yang tinggi.

"Kami khawatir akan jebol lagi aliran air bermuara ke bukit cengkeh 1 dan 2. Korban ada lima orang terbawa longsor dapat diselamatkan," kata dia.

Lokasi ketiga berada di Perumahan Mutiara Depok, Sukmajaya. Insiden terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Beruntung, tak ada korban dalam peristiwa ini.

"Laporan yang masuk pada kami ada tiga titik longsor. Kami langsung turunkan petugas ke lokasi tersebut," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Manto.

Manto menjelaskan longsor terjadi karena kondisi turap yang tak mampu menahan volume luapan air dari sungai. Selain itu, banyak bangunan yang berdiri di garis sempadan sungai.

"Bebannya kan jadi bertambah, sedangkan kekuatan tanah berkurang," terangnya.

Manto mengaku titik longsor terus bertambahy di awal musim penghujan. Namun, ia menegaskan banjir justru semakin berkurang.

"Kita sudah mengimbau warga untuk tidak membangun bangunan di garis sempadan sungai. Karena ini sangat berbahaya sekali bila terjadi tanah longsor," pungkasnya.



(DRI)