Imunisasi Campak-Rubella di Bekasi Sasar 658.563 Anak

   •    Selasa, 01 Aug 2017 19:15 WIB
imunisasi
Imunisasi Campak-Rubella di Bekasi Sasar 658.563 Anak
Ilustrasi Media Indonesia. --Foto: MI/AGUS UTANTORO--

Metrotvnews.com, Bekasi: Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat, menyasar 658.563 anak untuk ikut serta dalam Program Nasional Imunisasi Campak-Rubella. Imunisasi dilakukian sepanjang Agustus-September 2017.

"Penyelenggaraannya dibagi dalam dua tahap, yakni sepanjang Agustus 2017 difokuskan bagi siswa sekolah pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Kusnanto Saidi, seperti dikutip Antara, Selasa, 1 Agustus 2017.

Tahap kedua, kata dia, dilaksanakan pada September 2017 yang difokuskan pada anak berusia di atas sembilan bulan yang belum bersekolah.

Untuk teknis pelaksanaannya dilakukan di 1.700 posyandu termasuk rumah sakit yang tersebar di 56 kelurahan dan 12 kecamatan setempat.

Dikatakan Kusnanto, vaksin campak dan rubella yang disuntikkan kepada anak itu juga sudah dijamin kehalalannya sehingga orang tua tidak perlu risau. 

"Penolakan terhadap imunisasi biasanya muncul karena keraguan seputar keaslian dan kehalalannya. Namun vaksin ini sudah dijamin asli karena didistribusikan langsung dari Kementerian Kesehatan, serta kehalalannya sudah dipastikan oleh Majelis Ulama Indonesia," katanya.

Kusnanto mengatakan, anak usia 9 bulan hingga 15 tahun wajib mengikuti program imunisasi itu, meskipun yang bersangkutan sudah pernah mendapatkan imunisasi serupa sebelumnya.

"Imunisasi ini sifatnya 'booster' bagi yang sudah pernah agar semakin kebal, jadi kalau sudah pun tetap harus. Namun dengan catatan, jarak dengan imunisasi sebelumnya, tak boleh kurang dari dua pekan," katanya.

Ketua Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Kota Bekasi Thomas Hariado menambahkan, seleksi ketat harus dilakukan petugas pendaftaran siswa dan anak yang akan diimunisasi. Harus dipastikan anak yang akan diimunisasi dalam kondisi sehat tanpa gejala sakit apa pun.

"KIPI pada imunisasi campak dan rubella kecil kemungkinan terjadinya karena vaksin ini relatif aman. Namun antisipasi tetap diperlukan, caranya mudah, hanya dengan menyeleksi anak dengan lebih ketat. Hanya yang sehat yang boleh disuntik," katanya.



(ALB)