Pesan Toleransi Berkumandang pada Festival Dulag Purwakarta 2017

Reza Sunarya    •    Minggu, 25 Jun 2017 18:52 WIB
berita purwakarta
Pesan Toleransi Berkumandang pada Festival Dulag Purwakarta 2017
Warga keturunan Tionghoa turut memeriahkan Festival Dulag Purwakarta 2017 (Foto:Reza Sunarya)

Metrotvnews.com, Purwakarta: Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memperlihatkan suasana toleran pada Festival Dulag Purwakarta 2017, yang diselenggarakan saat malam takbiran di sepanjang ruas Jalan Kolonel Kornel Singawinata, Sabtu, 24 Juni 2017.

Pada acara yang diikuti oleh 999 peserta itu, ribuan pengunjung dari berbagai wilayah di Purwakarta dan sekitarnya, seperti Subang, Karawang, bahkan Bandung, antusias menyaksikan festival yang digelar setiap tahun tersebut.

Menariknya, di antara 999 peserta Festival Dulag atau beduk yang berasal dari berbagai dinas atau instansi, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, kecamatan, desa, kelurahan, sampai masyarakat umum, satu di antaranya berasal dari warga keturunan Tionghoa dari Kelenteng Budhi Asih, Purwakarta.

Para pemain perkusi barongsai yang berusia muda itu tampak bersemangat menabuh gamelan dengan irama khas ngadulag. Tak hanya warga Tionghoa yang turut serta, kegiatan ini juga dimeriahkan para tokoh lintas agama yang diundang pemerintah kabupaten.

Salah satu tokoh lintas agama yang hadir dalam kegiatan yang sudah dilaksanakan untuk kali kesepuluh tersebut ialah Pendeta Evorugilo dari Gereja Isa al Masih Purwakarta. Ia mengapresiasi langkah Pemkab Purwakarta dalam memelihara tradisi keberagaman. Bukan hanya komunitas Islam saja yang diundang, komunitas agama lain juga turut diajak memeriahkan festival tersebut.


Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan tokoh lintas agama pada Festival Dulag Purwakarta 2017 (Foto:Reza Sunarya)

"Kami  apresiasi ini. Kami diajak, diikutsertakan. Sungguh cermin dari persaudaraan seluruh masyarakat Purwakarta, walaupun agama dan keyakinan yang kami anut berbeda,” ujar pendeta
Evorugilo.
 
Festival Dulag Purwakarta juga  menjadi momen spesial bagi Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Pasalnya, ini menjadi hari raya terakhir dalam jabatannya sebagai orang nomor satu di Purwakarta.

Dedi Mulyadi  berpesan kepada seluruh masyarakat agar selalu menjaga persaudaraan sebagai warga, menjaga perilaku toleran agar kerukunan tercipta dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya mengucapkan terima kasih, sekaligus meminta maaf kepada seluruh warga Purwakarta karena belum sempurna dalam menjalankan kepemimpinan. Ini takbiran terakhir saya sebagai Bupati. Semoga ke depan, suasana toleransi dan persaudaraan terus lestari di Purwakarta," kata Dedi.


(ROS)