Tak Ada DPO Polisi Filipina di Kuningan

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 08 Jun 2017 19:22 WIB
konflik filipina
Tak Ada DPO Polisi Filipina di Kuningan
Pelaku penyerangan yang berada di Marawi, Filipina, diyakini mendapat dukungan dari ISIS, foto ABS-CBN

Metrotvnews.com, Bandung: Mabes Polri menyebutkan tujuh warga negara Indonesia (WNI) masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polisi Filipina. Satu di antaranya yaitu Yayat Hidayat Tarli yang diketahui lahir di Kuningan, Jawa Barat. Kapolres Kuningan pun mengidentifikasi dan mengecek nama Yayat.

Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman mengatakan telah mengidentifikasi nama Yayat. Polisi juga mendatangi alamat yang diduga sebagai tempat tinggal Yayat.

"Ternyata dia sudah tidak tinggal di Kuningan. Jadi dia hanya numpang lahir ," ungkap Yuldi saat ditemui wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Kamis 8 Juni 2017.

Yuldi mengaku tak melakukan pengamanan khusus terkait informasi tersebut. Namun ia tetap meminta anak buahnya memantau pergerakan yang mencurigakan di wilayah Kuningan.

Sebelumnya tujuh nama disebutkan dalam dugaan WNI yang menjadi kelompok militan Maute yang menyerbu Kota Marawi Filipina Selatan beberapa waktu lalu.

Tujuh WNI tersebut yaitu Anggara Suprayogi (32) yang berdomisili di Cibodas, Tangerang, Yayat Hidayat Tarli (31), Yoki Pratama Windyarto (21), Muhammad Ilham Syahputra, Al Ikhwan Yushel, Mochammad Jaelani Firdaus dan Muhammad Gufron.

Kepolisian Filipina menghimbau masyarakat yang memgetahui keberadaan orang - orang yang masuk daftar DPO tersebut, untuk melaporkan ke kantor polisi terdekat.

Belum diketahui secara pasti, apakah para buronan tersebut masih berada di Filipina atau pindah ke negara lain.


(RRN)