Pengendara Motor jadi Korban Sweeping Sopir di Cirebon

Ahmad Rofahan    •    Selasa, 15 Aug 2017 16:01 WIB
polemik taksi online
Pengendara Motor jadi Korban <i>Sweeping</i> Sopir di Cirebon
Pengendara sepeda motor dikerumuni sopir angkot saat sweeping di Jalan Cipto, Cirebon, Jabar. (Foto-foto: Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Setalah beraudiensi di DPRD Kota Cirebon, Selasa, 15 Agustus 2017, ratusan sopir angkot dan angkutan konvensional lainnya, melakukan aksi razia (sweeping) transportasi online. Massa berkumpul di depan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jalan Cipto.

Massa memilih lokasi lantaran mal ini dianggap menjadi tongkrongan transportasi berbasis aplikasi, baik motor atau mobil. Massa mulai menghentikan kendaraan yang dicurigai armada transportasi online.

Baca: Ratusan Sopir Angkot Memblokade Jalan Siliwangi Cirebon

"Ini mobil online," teriak salah satu massa. Mendengar itu, massa langsung mengerubuti mobil sedan putih yang tengah melintas. Massa langsung menyerang mobil dengan tangan kosong. 

"Ini bukan mobil online," teriak petugas kepolisian untuk menenangkan massa.


Sedan putih yang dihentikan massa lantaran dicurigai armada taksi online.

Ketenangan hanya berlangsung sesaat. Sebab, mereka kembali menghentikan sepeda motor. Mereka mencurigai sebagai ojek online.

Pengendara sempat menerima pukulan dari sejumlah orang yang sudah beringas. Karena situasi yang tidak kondusif, polisi akhirnya menangkap dua pelaku yang diduga provokator.

"Jongkok kamu, jangan melawan," teriak petugas kepada dua orang yang melakukan pemukulan terhadap pengendara sepeda motor.

Baca: Wali Kota Cirebon: Hentikan Operasional Transportasi Online

Razia digelar usai para sopir menggelar aksi mogok dan orasi di depan gedung DPRD Kota Cirebon.

Di hadapan para sopir, Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis meminta Dinas Perhubungan untuk segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menghentikan operasional transportasi berbasis aplikasi daring di wilayahnya. Langkah tegas itu diambil setelah teguran yang dilayangkan Pemkot ke pengelola tidak diindahkan.

"Saya meminta transportasi online berhenti hingga perizinannya ada," kata Azis.


(SAN)