Badan Geologi Mencatat Kawah Sileri Sudah Tiga Kali Meletus

Roni Kurniawan    •    Selasa, 04 Jul 2017 15:38 WIB
bencana alam
Badan Geologi Mencatat Kawah Sileri Sudah Tiga Kali Meletus
Dua orang petugas mengamati kondisi Kawah Sileri usai letupan, di Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jateng -- ANT/Ishad Zakaria

Metrotvnews.com, Bandung: Badan Geologi mencatat, Kawah Sileri di Dataran Tinggi Dieng sudah tiga kali mengalami letusan freatik selama 2017. Kawah Sileri adalah kawah paling aktif dibandingkan 22 kawah lainnya di Dataran Tinggi Dieng.

"Dieng ini kan masuk gunung tipe A. Artinya, pernah punya sejarah meletus puluhan tahun sebelumnya," kata Kepala Badan Geologi Ego Syahrial saat konferensi pers di kantor Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat, Selasa 4 Juli 2017.

Menurut Ego, pihaknya telah memberikan peringatan kepada pengelola wisata serta pemerintah daerah setempat sejak terjadi letusan pertama pada 30 April 2017. Bahkan, wisatawan juga dilarang mendekati bibir Kawah Sileri dalam radius 100 meter.

"Jadi, peta kawasan rawan bencana sudah kami sampaikan kepada pemda dan pengelola wisata," tutur dia.

(Baca: Kawah Sileri Paling Bahaya di Dieng)

Ego mengatakan, Badan Geologi telah memberikan peringatan sebelum terjadi letusan yang mengakibatkan 16 wisatawan terluka. Namun, peringatan tersebut tak diindahkan.

"Sudah jauh-jauh hari kami memperingatkan agar menyediakan rambu-rambu. Kami juga meminta jaga jarak aman 100 meter. Idealnya, seluruh kegiatan yang berkaitan tata ruang pemda mematuhi peta KRB bencana," urainya.

Meskipun saat ini Kawah Sileri berstatus normal. Namun, untuk sementara waktu wisatawan tidak diperbolehkan mendekati bibir kawah hingga adanya peryataan aman dari Badan Geologi. Apalagi, Kawah Sileri mengandung gas berbahaya CO2 dan H2S.

"Puluhan tahun lalu ratusan orang meninggal karena gas berbahaya itu. Ini jadi perhatian kami. Bukan hanya di Kawah Sileri, Kawah Timbang juga berpotensi," pungkas Ego.

Sebelumnya, Kawah Sileri di Kompleks Gunung Dieng meletus pada Minggu 2 Juli 2017. Letusan disertai dengan material lahar dingin, lumpur, dan asap hingga mencapai 50 meter.

Tipe letusan ialah freatik, yaitu letusan gas atau embusan asap dan material yang dipicu tekanan gas yang berada di bawah permukaan. Letusan Kawah Sileri tidak didahului dengan gempa.

(Baca: Tak ada Tanda Kawah Sileri bakal Meletus)


(NIN)