2030, Cianjur Ingin Wujudkan Kota Wisata Pangan Dunia

Budi Kansil    •    Jumat, 30 Sep 2016 16:33 WIB
pangan
2030, Cianjur Ingin Wujudkan Kota Wisata Pangan Dunia
Siswa jurusan Agri Bisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) merawat tanaman paprika di green house SMKN 1 Pacet, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (8/2/2012). Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Cianjur: Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menargetkan pada 2030 bisa mewujudkan kota wisata pangan dunia. 

"Sekarang para peani sudah mengembangkan pola pertanian yang terintegrasi dengan baik. Sehingga hasil padi dari Kabupaten Cianjur berkualitas sangat baik. Ini bisa terwujud berkat kerja sama Pemkab Cianjur dengan para petani. Makanya pada 2030 bukan tidak mungkin Kabupaten Cianjur bisa menjadi kota wisata pangan dunia," kata Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, Jumat (30/9/2016).

Satu di antara daerah di Kabupaten Cianjur yang sudah mengembangkan pola pertanian dengan baik adalah Kecamatan Bojongpicung. Para petani di daerah irigasi Cihea itu sudah menerapkan pola pertanian ramah lingkungan.

"Di sini usaha pangan tanpa menyebabkan terjadinya kerusakan sumber daya alam. Ini menjadi prioritas untuk mendukung program pertanian yang maju," kata Ketua Unit P3A Mitra Cai Kecamatan Bojongpicung, Suntana.

Pengembangan pertanian di wilayah itu mulai menggunakan pupuk organik dan pestisida nabati yang akrab lingkungan dan menghasilkan pangan yang sehat bebas dari residu dan zat kimia. Keuntungannya yakni bisa menghemat air sebesar 30 persen dan menghemat benih. 

"Biasanya pemakaian pupuk mencapai 25 kilogram per hektare lahan sawah jika menggunakan metode SRI. Tapi sekarang cukup menggunakan 5 kilogram pupuk per hektare. Ini bisa meningkatkan PH tanah dari keasaman," kata dia.


(UWA)