Status Hukum Pembacok Begal Tunggu Tanggapan Ahli

Antonio    •    Rabu, 30 May 2018 19:51 WIB
pembegalan
Status Hukum Pembacok Begal Tunggu Tanggapan Ahli
ilustrasi Medcom.id

Bekasi: Status hukum Moh Irfan Bahri, 19, korban begal yang melumpuhkan pelaku menunggu tanggapan dari ahli. Sampai dengan saat ini, remaja asal Madura itu masih masih berstatus saksi atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto mengatakan, pihaknya sudah menujuk ahli dari salah satu kampus di wilayah Kota Bekasi. Ahli itu akan diminta tanggapannya untuk memastikan apakah tindakan yang dilakukan Irfan masuk kategori bela paksa atau tidak.

"Kalau itu masuk kategori bela paksa maka tentunya saudara MIB tidak dapat dipidana, kategorinya adalah perbuatannya dapat dibenarkan atau dimaafkan kalau masuk kategori yang 49 ayat (2) demikian juga sebaliknya," kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, Rabu 30 Mei 2018.

Baca: Polisi Klarifikasi Status Tersangka Korban Begal

Ia menjelaskan, sejauh ini Irfan baru dipanggil satu kali untuk dimintai keterangan. "Kita belum ada rencana apakah kita akan minta keterangan lagi," ujarnya.

Tapi, kata dia, perihal pemanggilan masih dinamis tergantung dari keterangan ahli yang ditunjuk pihak kepolisian. "Kalau keterangan ahli yang sekarang misalnya 'pak penyidik, ini ada beberapa hal yang perlu dikonfirmasi kepada saksi' ya kita akan periksa lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Polisi sempat menetapkan status itu setelah korban begal, MIB menjadi tersangka lantaran membacok dua orang yang hendak merampas gadgetnya, AS dan IY.

Perampokan terjadi pada Rabu, 23 Mei 2018, di dekat Universitas Bhayangkara, Kota Bekasi. AS meninggal di RS Anna Medika.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Jairus Saragih mengatakan MIB menjadi tersangka karena diduga melakukan penganiayaan. Tindakan itu mengakibatkan satu orang meninggal.

"Tapi kami masih meminta pendapat ahli mengenai kasus ini. Koordinasi ke jaksa penuntut umum (JPU) dulu," ujar Jairus di Bekasi, Senin, 28 Mei 2018.

Baca: Korban Begal Ditetapkan Jadi Tersangka

Status tersangka, lanjut Jairus, bisa saja dicabut. Bila, ahli berpendapat tindakan itu sebagai upaya bela diri.

"Ya makanya kita minta pendapat ahli, walaupun sudah tersangka (MIB), kalau pendapat ahli ini (membela diri), bisa digugurkan," ujarnya.


(ALB)