Fasilitas Khusus Lapas Sukamiskin Jadi Rahasia Umum

Roni Kurniawan    •    Minggu, 22 Jul 2018 13:17 WIB
ott kpk
Fasilitas Khusus Lapas Sukamiskin Jadi Rahasia Umum
Suasana lingkungan dalam Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. (MI/Susanto)

Bandung: Perlakuan khusus terhadap narapidana di Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat, tak luput dari para petugas yang memanfaatkan keuntungan. Peran para petugas di Lapas Sukamiskin harus menjadi perhatian penegak hukum, setelah terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) Kalapas Sukamiskin Wahid Husen oleh KPK pada Jumat 20 Juli 2018. 

Pakar Hukum Pidana dari Universitas Parahyangan (Unpar) Agustinus Pohan mengatakan, keterlibatan petugas di Lapas Sukamiskin dalam memberikan fasilitas khusus harus segera disisir. Pasalnya ia meyakini penangkapan Wahid merupakan titik awal untuk memberantas praktik jual beli di lapas tersebut.

"Penyimpangan itu tidak mungkin terjadi kalau tidak ada kerja sama dengan aparat jadi pasti memang, sekarang dengan OTT membuktikan bahwa ada kerja sama dengan aparat," ungkap Pohan, Minggu 22 Juli 2018.

Pohan menuturkan, perlakuan khusus di lapas tersebut telah berlangsung lama dan menjadi rahasia umum. Bahkan Pohan menilai, antar petugas saling menutup untuk keberlangsung jual beli fasilitas.

"Sudah banyak berita-berita adanya perlakuan khusus yang ada di sana, mengapa itu kurang pengawasan," tuturnya.

OTT yang dilakukan KPK menjadi cambuk bagi Kementerian Hukum dan HAM RI untuk membenahi sistem yang ada di setiap lapas termasuk Sukamiskin. Dia menduga, praktik jual beli fasilitas tak hanya terjadi si Sukamiskin.

"Indikatornya sudah banyak, kan sudah banyak keistimewaan di dalam Lapas Sukamiskin," tegasnya.



(LDS)