Kementan Musnahkan Benih Rempah Impor Ilegal

Hendrik Simorangkir    •    Jumat, 25 Jan 2019 16:27 WIB
penyelundupan
Kementan Musnahkan Benih Rempah Impor Ilegal
Kementerian Pertanian memusnahkan benih rempah ilegal asal India di instalasi karantina Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Tangerang: Kementerian Pertanian memusnahkan benih rempah ilegal asal India di instalasi karantina Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Benih rempah ilegal disita dari warga negara India berinisial PS yang masuk ke Indonesia dengan menggunakan pesawat Malindo Air. 

"Yang bersangkutan membawa 561 batang benih lada dan 1 kilogram umbi jahe tanpa disertai surat jaminan kesehatan atau phytosanitary certificate dari otoritas karantina di India," kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Banun Harpini di instalasi karantina Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat, 25 Januari 2019.

Menurut Banun, benih rempah berupa lada dan jahe ilegal ini berpotensi membawa hama penyakit atau organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), antara lain serangga Longitarsus nigripennis, cendawan Rosellinia necatrix dan Phytophthora citropththora. 

Selain itu, lanjutnya, benih tersebut dapat juga membawa bakteri Pseudomonas syringae pv. syringae serta gulma Cirsium arvense untuk lada dan cendawan Macrophomina phaseolina pada jahe. 

"Berdasarkan Permentan nomor 31/2018 tentang jenis OPTK, benih ini masuk ke dalam media pembawa OPTK yang berpotensi menyebarkan penyakit. sebagian OPTK ini merupakan golongan I, artinya belum ada di Indonesia dan tidak dapat disembuhkan dengan perlakuan, sangat bahaya bagi budidaya rempah kita," katanya. 

Selain tidak disertai phytosanitary certificate, ia menambahkan, benih ini juga tidak memiliki surat ijin pemasukan Menteri Pertanian dari Indonesia. Padahal menurut pengakuan pemilik, benih tersebut rencananya akan ditanam di wilayah Indonesia.

Sebelumnya pada 11 Desember 2018, Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta juga berhasil mendeteksi pemasukan OPTK Golongan I pada tanaman Anggrek asal Thailand. Petugas Karantina Pertanian Soetta mendapati benih anggrek dendrobium dan onchidium sebanyak 127.000 batang  yang dibawa penumpang pesawat tanpa diserta Phytosanitary Certificate dari otoritas Karantina Thailand. Setelah ditahan dan diperiksa, hasil laboratorium benih positif mengandung Burkholderia gladioli pv. gladioli yang merupakan OPTK kategori A1 golongan I. 

Tidak hanya itu, kentang iris seberat 31,4 kg asal Kanada yang dibawa oleh penumpang warga Negara Indonesia berinisial IL turut diamankan. Serta Jambu Air (Syzygium samarangense var.samarangense) asal Thailand yang dibawa penumpang pesawat Thai Air pun kedapatan terinfeksi Lalat Buah (Dorsalis complex) dan berhasil dicegah dengan kerjasama yang baik antar instansi di Bandar Udara Soekarno Hatta.

Disaat yang bersamaan, media pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) berupa daging sapi segar seberat 25,9 kg, daging babi seberat 8,3 kg, daging ayam seberat 3,1 kg, butter seberat 3,2 kg dan keju Mozarela seberat 4,6 kg dari Cina  juga turut dimusnahkan. Semua media pembawa ilegal asal luar negeri ini dimusnahkan menggunakan alat pemanas bersuhu tinggi atau incinerator.

"Tren upaya pemasukan media pembawa yang berpotensi membahayakan kelestarian alam kita meningkat, untuk itu selain penguatan sistem pengawasan perkarantinaan menjadi satu keharusan, juga adanya kepedulian dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan," jelas Banun.

Untuk itu, Banun mengapresiasi kerjasama tim intelejen di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta yang telah berhasil mencegah masuknya berbagai media pembawa yang berbahaya tersebut. 

Banun menginstruksikan seluruh jajarannya untuk terus meningkatkan pengawasan di pintu pemasukan tidak hanya di Bandar Udara, namun juga di pelabuhan laut dan penyeberangan, pos lintas batas negara dan juga melalui kantor pos di seluruh Indonesia.





(ALB)