Petugas Musnahkan 196 Kilogram Umbi Asal Belanda

Hendrik Simorangkir    •    Kamis, 13 Dec 2018 18:15 WIB
makanan berbahaya
Petugas Musnahkan 196 Kilogram Umbi Asal Belanda
Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) memusnahkan 196 kilogram bet atau tanaman sejenis umbi-umbian asal Belanda, Kamis, 13 Desember 2018. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir.

Tangerang: Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) memusnahkan 196 kilogram bet atau tanaman sejenis umbi-umbian asal Belanda. Bet tersebut dimusnahkan lantaran positif mengandung organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) Kategori A1 atau bakteri.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan Incenerator di Instalasi Karantina Hewan, Bandara Soetta, Tangerang, Banten.

"Setelah dilakukan pengujian laboratorium, bet ini mengandung Pseudomonas Syringae yang merupakan OPTK Kategori A1 golongan 1, yaitu penyakit yang belum ada di Indonesia dan tidak dapat dibebaskan dengan cara perlakuan karantina," kata Kepala BBKP Bandara Soetta, Imam Djajadi di lokasi, Kamis, 13 Desember 2018.

Imam menjelaskan, pemusnahan dilakukan sesuai dengan amanat UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, terkait terjaganya sumber daya alam khususnya pertanian di Indonesia.

"Pemusnahan dilaksanakan demi terjaganya sumber daya alam di Indonesia dari ancaman Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan OPTK dari luar wilayah Republik Indonesia," jelas Imam.

Selain bet, Imam menambahkan, BBKP Bandara Soetta juga memusnahkan berbagai komoditas pertanian lainnya. Di antaranya, jagung manis dari Malaysia sebanyak dua kilogram yang positif mengandung bakteri Pantoea stewartii subsp. stewartii atau penyakit layu.

Tak hanya itu, pihaknya juga memusnahkan beberapa komoditas pertanian yang masuk ke Indonesia dalam kurun waktu Agustus hingga Desember 2018.

"Kami juga melakukan pemusnahan terhadap komoditas pertanian lainnya, antara lain karena tidak dilengkapi dengan dokumen persyaratan, berasal dari daerah yang dilarang pemasukannya, atau berdasarkan uji laboratorium ditemukan penyakit yang dapat mengancam pertanian dan peternakan di Indonesia," pungkas Imam.
 
Adapun komoditas pertanian yang dimusnahkan antara lain, tanaman dan produknya dari luar negeri sebanyak 630 kilogram, produk asal hewan berupa daging babi, daging olahan, sosis, kikil dan ceker dari luar negeri sebanyak 2.123 kilogram.


(DEN)