Pemkab Bogor Diminta Ikut Mengendalikan Harga Tanah

Jaenal Mutakin    •    Senin, 05 Jun 2017 11:29 WIB
waduk
Pemkab Bogor Diminta Ikut Mengendalikan Harga Tanah
Sejumlah anak bermain di kali Ciliwung di kawasan bendung Katulampa, Ciawi, Bogor, Jawa Barat -- ANT/Paramayuda

Metrotvnews.com, Bandung: Pemerintah Kabupaten Bogor dan Badan Pertahanan Nasional (BPN) diminta mengendalikan harga tanah di lokasi Waduk Ciawi dan Sukamahi. Harga tanah yang belum tuntas, akan memperlambat pembangunan waduk.

"Ada sekitar 140.1 hektare dengan 1.069 bidang tahan untuk pembebasan lahan Waduk Ciawi dan Sukamahi yang berada di lima desa di Kecamatan Megamendung dan satu desa di Kecamatan Cisarua," kata Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa di Bandung, Jawa Barat, Senin 5 Juni 2017.

Iwa menjelaskan, total luas kedua lahan 140 hektare dengan rincian, 90 hektare di Ciawi dan 50 hektare di Sukamahi. Lahan seluas itu diperkirakan bisa menampung air 6,45 juta meter kubik untuk Ciawi dan 1,74 juta meter kubik untuk Sukamahi.

"Saat ini, lahan yang telah dibebaskan baru tiga bidang, satu bidang di Desa Gadog dan dua bidang di Desa Cipayung. Pembebasan lahan terkendala karena pemilik tanah warga lokal yang mempercayakan penjualan lahannya pada calo," terang Iwa.

(Baca: Revitalisasi 7 Situ Dimulai)

Waduk Ciawi dan Sukamahi sangat diperlukan untuk mengendalikan banjir di Bogor dan Jakarta. "Agar musim hujan tidak kebanjiran dan musim kemarau tidak kekeringan," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah DKI Jakarta sudah mengalokasikan dana Rp74 miliar di APBD 2017 untuk membebaskan lahan yang bakal digunakan sebagai lokasi Waduk Ciawi. Pembuatan Waduk Ciawi diharapkan mampu mengalihkan air dari Bendungan Katulampa, Bogor, agar tidak langsung mengalir ke sungai-sungai di Jakarta. Selain guna memperlambat arus, waduk diharapkan bisa mengurangi debit air di Jakarta.

(Baca: Dana Rp74 Miliar untuk Waduk Ciawi Belum Terserap)

Pembangunan Waduk Ciawi tak bisa dilakukan jika pembebasan lahannya belum rampung. Rencananya, pembuatan Waduk Ciawi akan berbarengan dengan pembuatan Waduk Sukamahi.

Kedua waduk rencananya akan dibuat dengan konsep dry dam (bendungan kering). Waduk-waduk tersebut akan menjaga air agar banjir di Jakarta berkurang. 

Dengan demikian, jika Bendung Katulampa siaga satu, maka air baru akan sampai ke Jakarta dalam waktu 9-11 jam. Lebih lama dari sekarang yang hanya 3-4 jam.


(NIN)