Perusahaan Angkutan Berwenang Merekrut Driver Transportasi Online

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Minggu, 22 Oct 2017 17:05 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Perusahaan Angkutan Berwenang Merekrut Driver Transportasi Online
Aplikasi transportasi online, MTVN - Mustaqim

Metrotvnews.com, Bandung: Perusahaan aplikasi tak memiliki izin untuk merekrut driver transportasi online. Tapi, pengusaha yang memiliki izin usaha angkutan yang berwenang dalam pengrekrutan.

Baca: Transportasi Online harus Kantongi Izin Usaha Beroperasi

Demikian disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Wahju Satrio dalam sosialisasi revisi Peraturan Menhub Nomor 26 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan umum tidak dalam trayek. Sosialisasi berlangsung di Hotel Holiday In di Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu malam 21 Oktober 2017.

"Perusahaan yang memiliki izin itu yang akan merekrut. Tarif dan kuotanya pemerintah yang atur. Jadi nantinya tak ada yang boleh mempromosikan angkutan dengan tarif rendah," kata Wahju dalam sosialisasi tersebut.

Wahju menjelaskan peraturan itu berlaku mulai 1 November 2017. Untuk saat ini, Kemenhub tengah menyempurnakan kajian mengenai revisi peraturan itu.

Sosialisasi itu ditanggapi oleh Babe Bowie, driver online yang ditemui Metrotvnews.com di kawasan Pasteur, Kota Bandung. Ia mengaku pembatasan kuota dapat meminimalisasi persaingan.

"Negatifnya, pengangguran akan semakin banyak," ujar Bowie.

Bowie mengaku tak masalah dengan pemberlakuan aturan penetapan tarif, kuota, hingga mengikuti perusahaan yang sudah memiliki badan hukum. Tapi, lanjutnya, pemerintah dinilai belum siap memberlakukan aturan itu.

Bowie mengatakan banyak pemilik yang belum melunasi pembayaran kendaraan. Bila demikian, bagaimana mereka bisa melakukan proses balik nama kendaraan dari pribadi menjadi bagian badan hukum.

Selain itu, Bowie juga mempertanyakan kesiapan Dinas Perhubungan untuk melakukan uji kir dengan teknik embos. Sebab, taksi online bakal mendapat tanda uji kiri berupa pelat alumunium berukuran kecil dengan memunculkan efek cetak.

Nantinya, pelat itu ditempel di ruang mesin kendaraan. Tanda itu bisa dicopot saat mobil tak lagi dioperasikan sebagai taksi online.

"Tapi saya pernah bertanya ke Dishub di Jakarta. Mereka mengaku belum menggunakan teknik itu," lanjut Bowie.



(RRN)