Angkutan Konvensional dan Online Bakal Kawal Pelaksanaan Permenhub 108/2017

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 02 Nov 2017 20:25 WIB
taksi onlinetransportasi berbasis aplikasi
Angkutan Konvensional dan Online Bakal Kawal Pelaksanaan Permenhub 108/2017
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Bandung: Pemberlakuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 diterima baik oleh angkutan online maupun konvensional. Keduanya sama-sama mahfum dengan aturan yang ada, tinggal merealisasikannya di bawah.

Dida perwakilan Organda Jabar, menuturkan petunjuk tertulis maupun petunjuk pelaksanaannya sudah jelas. Seluruh warga negara yang akan masuk sektor usaha angkutan transportasi bagi masyarakat harus mematuhi aturan yang berlaku, UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Kami (konvensional) hendak beroperasi ke wilayah harus mengikuti aturan mulai dari STNK, KIR, Plat Kuning, Trayek dan badan hukum kalau taksi harus ada argo," ucap Dida, Kamis 2 November 2017.

(Baca: Permen 108/2017 Jadi Solusi Kisruh Transportasi Jabar)

Dida menegaskan, pihaknya meminta angkutan online agar mematuhi aturan tersebut. Ini adalah konsekuensi apabila ingin masuk menyediakan jasa angkutan orang.

Selanjutnya, ia mengkritisi masalah kuota yang secepatnya harus diatur agar tidak menyebabkan persaingan antar angkutan online sendiri.

"Kalau ini enggak ditetapkan, bisa menimbulkan gesekan antar online sendiri bisa dibayangkan suplainya lebih besar daripada permintaan. Pemasukan tentunya akan anjlok. Yang pasti kita sama - sama cari makan, jangan sampai menghalalkan berbagai macam cara," paparnya.

(Baca: Taksi Online Harus Berbadan Usaha)

Sementara itu, perwakilan dari aliansi kendaraan online akan mengawal pelaksanaan PM 108/2017. Jika tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, maka mereka akan melakukan uji materi.

"Kami akan uji materi bila peraturan ini tidak memuaskan, oleh sebab itu kami mohon kepada pemerintah agar melakukan pengkajian terhadap aturan ini," paparnya.

Menanggapi hal ini Direktur Jenderal Angkutan Darat Cucu Mulyana mengatakan, masih ada jangka waktu tiga bulan bagi angkutan online untuk berbenah. Memang tak bisa dipungkiri, aturan tersebut akan menimbulkan pro dan kontra, baik di angkutan online maupun konvensional.

"Ini adalah dinamika, namun kami bekerja secara profesional dan masalah tersebut menjadi konsen kita bersama, toleransi dan tidak egois kita kedepankan guna merawat kebersamaan kita," pungkasnya.

(Klik: Angkutan Konvensional Desak Pergub Taksi Online Segera Diterbitkan)


(SUR)