Solusi Bupati Purwakarta dalam Mengatasi Banjir di Jabar

Reza Sunarya    •    Rabu, 16 Nov 2016 17:11 WIB
purwakarta ads
Solusi Bupati Purwakarta dalam Mengatasi Banjir di Jabar
Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Foto:Dok.Humas)

Metrotvnews.com, Purwakarta: Bencana banjir yang melanda berbagai wilayah di Jawa Barat mengundang perhatian Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

Menurut Kang Dedi, demikian ia biasa disapa, bencana banjir terjadi akibat alih fungsi tata kelola lingkungan. Wilayah resapan air yang seharusnya diperluas, justru diubah menjadi kawasan komersialisasi dan perumahan.

Kang Dedi menyerukan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melakukan evaluasi terhadap rencana tata ruang dan wilayah se-Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

"Kunci utama menjaga lingkungan adalah terpeliharanya sungai dan gunung. Saya kira, Pemprov harus segera melakukan evaluasi tata ruang seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat," ucap Dedi, di sela peninjauan kondisi sungai Citarum, Jawa Barat.


Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Foto:Dok.Humas)

Selain itu, Kang Dedi menyarankan agar hutan produksi dialihkan fungsinya menjadi hutan konservasi. Hal itu dinilai penting agar ruang resapan air lebih luas, sehingga air tidak mengalir ke pemukiman.

"Bicara solusi banjir, itu bukan hanya persoalan memperbaiki drainase, karena masalah banjir di Jawa Barat memiliki korelasi yang kuat dengan kerusakan lingkungan yang hari ini terjadi. Saya menyerukan agar hutan yang hari ini memiliki fungsi sebagai hutan produksi dijadikan hutan konservasi agar ruang resapan air lebih banyak. Sungai-sungai harus kita normalisasi, tidak bisa kita ganti hanya dengan biopori," jelas Kang Dedi.

Lebih lanjut, Kang Dedi mengimbau agar area resapan air diambil alih oleh pemerintah, seperti yang telah ia lakukan di Purwakarta.

"Secara teknis, pemerintah dapat membeli lahan-lahan resapan air seperti hutan bambu dan hutan yang berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS)," kata Kang Dedi.


(ROS)