80 Korban Puting Beliung Rancaekek Bertahan di Pengungsian

Bayu Anggoro    •    Sabtu, 12 Jan 2019 15:09 WIB
puting beliung
80 Korban Puting Beliung Rancaekek Bertahan di Pengungsian
Rumah yang rusak akibat puting beliung yang menerjang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 11 Januari 2019. Antara/Raisan Al Farisi

Bandung: Sebanyak 80 korban terdampak puting beliung di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, masih mengungsi di Masjid At Taubah, Perum Rancaekek Permai II. Wilayah mereka paling parah terkena amukan angin kencang tersebut yang terjadi pada Jumat, 11 Januari 2019, sore.

Menurut Pusdalops BPBD Jawa Barat Budi Budiman pengungsi yang bertahan berasal dari perumahan yang tempat tinggalnya rusak parah. Sekitar 300 rumah di Perum Rancaekek Permai II sendiri dirusak puting beliung.

"Yang terkena di blok C, D, dan E," katanya di Bandung, Sabtu, 12 Januari 2019.

Dia tidak mengetahui sampai kapan korban akan bertahan di pengungsian. Hal ini akan sangat bergantung kepada campur tangan pemerintah dalam membantu renovasi rumah korban.

"Seperti apa pemerintah kabupaten membantu perbaikannya. Karena kalau melihat kerusakan rumah dan pengakuan korban, mereka membutuhkan bantuan untuk memperbaikinya," katanya.

Meski begitu, dia meyakini jumlah pengungsi tidak akan bertambah lagi. Sebagian warga mengungsi ke rumah saudara.

"Bantuan sudah berdatangan. Tenda dan posko sudah didirikan," katanya.

Status tanggap darurat

Kepala BPBD Kabupaten Bandung Akhmad Djohari mengatakan, bantuan yang sudah berdatangan di antaranya makanan, air bersih, dan obat-obatan. Pihaknya pun sudah menerjunkan petugas untuk membantu evakuasi. Meski begitu, status kebencanaan sudah bisa dinaikkan menjadi tanggap darurat setelah melihat kondisi di lapangan.

Saat ini statusnya masih siaga sehingga pihaknya tinggal menunggu rekomendasi dari pihak-pihak terkait untuk menaikkannya. "Akan minta kajian (tim) reaksi cepat di sana untuk meningkatkan tanggap darurat, karena di sana sudah memenuhi syarat ke tanggap darurat," katanya.


(SUR)