Polemik Sekda Kota Bandung Masih Berlangsung

Roni Kurniawan    •    Selasa, 20 Nov 2018 13:54 WIB
Pelantikan pejabat
Polemik Sekda Kota Bandung Masih Berlangsung
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai pelantikan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin, 19 November 2018. Medcom.id/ Roni Kurniawan.

Bandung: Pemerintah Kota Bandung belum menetapkan posisi sekertaris daerah (sekda) definif di bawah kepemimpinan Wali Kota Oded M. Danial. Bahkan Oded menentang usulan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) untuk segera melantik Benny Bachtiar yang memenangkan proses lelang secara terbuka.

Gubernur Emil mengaku telah menerima surat dari Kemendagri terkait putusan sekda definitif Kota Bandung beberapa hari lalu dan diserahkan ke Pemkot Bandung. Kemendagri pun tetap masih mengacu kepada usulan pertama Pemkot Bandung yakni Benny Bachtiar.

"Sudah, Kemendagri tidak ada perubahan, itu aja. Harapannya ikuti sesuai arahan Mendagri," kata Emil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin, 19 November 2018.

Baca: Ridwan Kamil Minta Wali Kota Bandung Segera Lantik Sekda

Emil menuturkan, dirinya tidak memiliki kepentingan dalam penentuan sekda definitif Kota Bandung. Ia mengaku hanya menyampaikan surat yang dikeluarkan oleh Kemendagri ke Pemkot Bandung sesuai dengan prosedur.

"Saya mah tidak ada kepentingan, karena gubernur adalah perwakilan pemerintah pusat, pemerintah pusat sudah memutuskan, jadi ikut saja," beber Emil.

Ditemui terpisah, Wali Kota Bandung Oded M. Danial tetap menolak untuk melantik Benny sebagai sekda definitif. Bahkan Oded memperpanjang Ema Sumarna sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda Kota Bandung saat ini.

"Kemarin sudah dapat lagi dari pak gubernur, mereka tetap meminta melantik Benny, saya menolak," kata Oded di Hotel Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Selasa 20 November 2018.

Bahkan Oded tak sungkan untuk terus memperpanjang masa waktu Ema sebagai plh hingga beberapa bulan kedepan. Pasalnya, berdasarkan peraturan dari Kemendagri dan KPU, Oded baru memiliki kewenangan memilih dan melantik langsung pejabat setelah enam bulan menjadi Wali Kota Bandung.

"Walau pun setiap hari ganti, itu hak saya. Saya akan tunggu sampai Maret (2019) nanti, karena saya punya hak melantik langsung," pungkas Oded.


(DEN)