Ribuan Orang Keruk Saluran di Pagarsih Bandung

Roni Kurniawan    •    Rabu, 09 Nov 2016 13:17 WIB
banjir pasteur bandung
Ribuan Orang Keruk Saluran di Pagarsih Bandung
Pasukan gorong-gorong membersihkan saluran irigasi di kawasan Jalan Pagarsih, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jabar. (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Ribuan petugas meriung di gorong-gorong aliran air di kawasan Pagarsih dan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 9 November.

Sejak pukul 09.00 WIB, sekitar 500 petugas gorong-gorong dari berbagai kelurahan di Kota Bandung terjun untuk mengeruk lumpur di irigasi kawasan Pagarsih di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar. Pengengerukan lumpur dilakukan secara manual.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memantau langsung proses itu. Pemilik karib Emil tampak mengenakan pakaian khas Sunda, yakni pangsi serta ikat kepala.

Baca: Hujan Sejam, Banjir Semeter Rendam Kawasan Pasteur Bandung

Emil memanggil para RT dan RW di kawasan tersebut. Diskusi pun kerap terjadi disela-sela Emil memantau irigasi sepanjang 300 meter tersebut.

Emil bilang, pengerukan lumpur merupakan langkah darurat atau jangka pendek pencegahan banjir. Dia minta petugas mengeruk lumpur selama dua hari ini.

"Sekitar 1.000 petugas gorong gorong dibagi dua lokasi, satu di daerah Babakan Irigasi Pagarsih, satu lagi di Pasteur," ujar Emil saat memantau proses pengerukan di Babakan Irigasi Pagarsih.

Emil menyebut kondisi irigasi di kawasan Pagarsih sangat dangkal, dari kedalaman sebelumnya 1,5 meter. Kedalaman gorong-gorong akan dikembalikan seperti semula. 

Sekretaris Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung Agoes Sjafroedin, mengatakan telah menyiapkan 2.000 karung dan tiga truk besar untuk mengangkut lumpur. 

Baca: Pasteur Banjir, Emil Minta Maaf

"Satu karung itu kira-kira daya tampunya 25 kilogram, kita sediakan 2.000 karung masing-masing untuk di Pagarsih dan Pasteur," katanya.

Pengerukan secara manual, kata Agoes, lantaran alat berat tidak dimungkinkan masuk kawasan tersebut. "Jalannya terlalu kecil," katanya.


(SAN)