10 Pelaku Curanmor Asal Lampung Dibekuk

Ahmad Rofahan    •    Senin, 29 Aug 2016 20:22 WIB
pencurian
10 Pelaku Curanmor Asal Lampung Dibekuk
10 tersangka curanmor asal Lampung berikut barang bukti (Foto: MTVN/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Jajaran Polresta Cirebon dan Polda Jawa Barat menangkap komplotan pencurian kendaraan bermotor asal Lampung. Penangkapan itu berdasarkan pengembangan dari dua kasus penembakan yang terjadi di Kota Cirebon, Jawa Barat.

Sebanyak 10 orang pelaku curanmor lintas provinsi itu dibekuk. Mereka adalah DRS, RSN, RL, HM, AY, LMN, IRM, ES, AH, dan EM.

"Dari 10 yang ditangkap, empat di antaranya adalah pelaku penembakan di Jalan Cipto dan SMK Islamic Center Tuparev," kata Kepala Porlesta Cirebon AKBP Indra Jafar, di Markas Polresta Cirebon, Senin (29/8/2016).

Polisi mendapat informasi terkait keberadaan komplotan curanmor asal Lampung itu. Setelah pengintaian, 10 orang dibekuk di salah satu penginapan di Pangandaran Ciamis, Jawa Barat, pada 24 Agustus lalu.

"Pas kami tangkap, mereka sedang istirahat. Tapi ada yang berusaha lari, jadi terpaksa kami tembak kakinya," ujar dia.

Selama menginap enam hari di penginapan itu, para pelaku mengaku sudah melancarkan aksi curanmor di beberapa wilayah. Di antaranya di Cilacap, Banyumas dan Purwokerto. Dalam aksinya komplotan ini menggunakan senjata api dan tidak segan melukai korban.

"Kami juga berhasil mengamankan dua pucuk senjata api jenis revolver, senjata tajam, 19 peluru kaliber 9 mm, dua buah gagang kunci T, 33 buah anak kunci, dan barang bukti lainnya," imbuh dia.

Selain menangkap pelaku curanmor, Polresta Cirebon juga meringkus penadah yang sekaligus fasilitator peralatan curanmor. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Cirebon AKP Galih Wardani mengatakan, penadah itu menerima motor hasil curian itu lalu dijual.

"Kami berhasil tangkap juga SR, warga Indramayu, yang berperan sebagai penadah dan penyedia peralatan aksi pencurian," kata AKP Galih.

Para pelaku dijerat pasal terkait pencurian. Mereka terancam hukuman penjara lima tahun.


(TTD)