Bima Arya Naik Mobil Antik Langka ke Upacara Kemerdekaan

Rizky Dewantara    •    Jumat, 17 Aug 2018 18:08 WIB
hut riHUT ke-73 RI
Bima Arya Naik Mobil Antik Langka ke Upacara Kemerdekaan
Mercedes Benz W142 Cabriolet pabrikan 1937 yang ditunggangi Bima Arya. Medcom.id/Rizky Dewantara

Bogor: Ada yang unik dalam peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Bogor. Wali Kota Bogor Bima Arya datang ke lokasi upacara menunggangi mobil klasik sisa perang dunia II.

Didampingi sang istri, Yane Ardian, Bima Arya tiba di Lapangan Pusdikzi, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Jawa Barat. Bima mengenakan pakaian dinas upacara besar (PDUB) serba putih. Sementara sang istri menyelaraskan dengan kebaya yang didominasi warna merah.

Wali Kota Bogor datang menunggangi kendaraan klasik kental dengan nilai historisnya. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini ia menaiki kendaraan Mercedes Benz tipe W142 jenis Cabriolet pabrikan tahun 1937.

"Ini setiap 17 Agustus (sudah tahun ke-4) saya selalu dipinjami oleh teman-teman komunitas mobil antik. Tahun ini mobil produksi tahun 1937," ungkap Bima ketika ditanya awak media usai upacara HUT ke-73 RI di Lapangan Pusdikzi, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 17 Agustus 3018.

Mobil produksi Jerman ini berjumlah terbatas. Hanya 11 unit di dunia.

"Mobil ini diproduksi saat perang dunia kedua waktu itu. Tapi hampir semuanya hancur karena bom. Jadi di dunia ini tinggal empat yang tersisa. Salah satunya milik pak Anton Sulaiman. Rajanya kolektor mobil antik," paparnya.

Mercedez Benz W142 ini yang paling membuatnya berkesan. Mercedes Benz  W142 jenis Cabriolet tahun 1937 ini ditaksir memiliki harga jual sekitar Rp7 miliar. Bima Arya pun tak menyangkal sempat deg-degan.

"Takut nyeruduk angko," kata dia.

Anton Sulaiman yang juga Pembina Perhimpunan Pecinta Mobil Kuno Indonesia (PPMKI), membeli mobil tersebut dari orang Singapura tiga tahun lalu dengan harga Rp5,5 miliar.

Sejarah mobil dengan berdapur pacu 3.208 ini digunakan pada era pemerintahan Hitler dan didesain khusus untuk pejabar di Jerman.

Selain nilai sejarah tinggi, kata Anton, semua onderdil maupun mesinnya masih utuh seperti baru dibuat pada tahun 1937.


(SUR)