Pro-Kontra Revitalisasi Terminal Baranangsiang Bogor

Rizky Dewantara    •    Selasa, 04 Sep 2018 14:14 WIB
lalu lintasinfrastruktur
Pro-Kontra Revitalisasi Terminal Baranangsiang Bogor
Terminal Baranangsiang Bogor, Jawa Barat, memprihatinkan dari segi infrastruktur jalan dan bangunan. Medcom.id/Rizky Dewantara

Bogor: Sengkarut revitalisasi terminal Baranangsiang berbasis transit orianted development (TOD) belum menemui titik terang. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan warga terminal Baranangsiang belum menemukan kata sepakat.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyebut konsep berbasis TOD yang akan diterapkan pada Terminal Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat belum dapat diterima masyarakat sekitar terminal, pengurus terminal dan beberapa PO bus.

Pihaknya tengah mendengar aspirasi masyarakat. Namun, masyarakat tidak setuju dengan konsep revitalisasi berbasis TOD. Dia menilai hal ini terjadi karena sosialisasi soal konsep TOD ini belum utuh diterima.

Baca: Terminal Baranangsiang Yang Bobrok Dan Tak Terurus

Bambang menyebut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, mengamanatkan pengelolaan terminal tipe A berada di bawah pemerintah pusat. Walau demikian, dia menilai pemerintah daerah juga perlu berperan aktif berhubungan dengan masyarakat.

"Sudah jelas pengelolaan semua di pusat. Cuma memang pusat tidak bisa sendirian, tetap ada dari wilayah dan koordinasi harus tetap terjalin," ungkap dia, saat dihubungi medcom.id, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 4 September  2018.

Bambang menilai penolakan masyarakat di Terminal Baranangsiang tak boleh diartikan warga tidak setuju revitalisasi. "Mereka menolak masih menolak konsep kami dan itu tugas kami untuk meyakinkan mereka. Jadi tidak ada masalah, itu tantangan buat kami,"ungkap Bambang.

Revitalisasi Terminal Baranangsiang awalnya ditargetkan selesai tahun ini. Namun dia menilai dampak sosial revitalisasi harus diselesaikan terlebih dulu.

Ketua Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang Bogor (KPTB) Tedy Irawan mengaku, pihaknya telah dua kali bertemu dengan BPTJ. Belum ada solusi dari revitalisasi pembangunan terminal Baranangsiang.

Pihaknya ingin kejelasan dari pembangunan ini, seperti fasilitas penunjang yang pihaknya tolak. "Kami tidak ingin revitalisasi Terminal Baranangsiang ada pembangunan mal dan hotel di dalamnya. Jadi fungsi terminal tetap terminal tidak dialih fungsikan," tegasnya saat ditemui di Terminal Baranangsiang Bogor, Jawa Barat, Selasa, 4 September 2018.

 


(SUR)