Kepulangan Masamah Tertunda

Ahmad Rofahan    •    Jumat, 30 Mar 2018 14:08 WIB
arab saudiindonesia-uni emirat arabhukuman mati
Kepulangan Masamah Tertunda
Kakak Masamah, Masiroh, memegang foto Masamah dan Suaminya

Cirebon: Kepulangan Masamah, 31, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon yang lolos dari hukuman mati di Arab Saudi tertunda. Sebelumnya, Masamah diinformasikan akan tiba di Indonesia pada hari ini didampingi Pejabat KJRI Jeddah.

 Sukarya, perangkat Desa Buntet dan juga saudara Masamah mengatakan, seharusnya memang Masamah sudah tiba di Indonesia hari ini. Namun karena ada gangguan cuaca diwilayah Tabuk, sehingga terjadi penundaan jadwal penerbangan.

“Awalnya hari ini sampai, namun informasinya ditunda hingga Sabtu,” kata Sukarya di Cirebon, Jumat 30 Maret 2018.

Baca: TKI Lolos Hukuman Mati di Arab Saudi Pulang ke Indonesia Hari Ini

Sukarya menambahkan, pihaknya mendapatkan informasi dari Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) bahwa pada 25 Februari 2018 Masamah sudah berada di KJRI Jeddah dan sedang menyiapkan administrasi untuk kepulangannya di Indonesia. Dari informasi tersebut juga disampaikan, bahwa tujuh hari setelah tanggal tersebut, Masamah akan dipulangkan ke Indonesia.

“Awalnya memang, informasinya, Masamah akan tiba di Indonesia Jumat, pukul 15.30 WIB, namun ternyata mengalami penundaan,” kata Karya.



 Adapun Masamah telah menjalani serangkaian proses hukum sejak Desember 2009 silam. Sejak awal persidangan, ia diancam dengan hukuman mati qishas (nyawa dibayar nyawa).

Kasus Masamah berawal pada 2 Desember 2009, anak seorang pengguna jasa ditemukan meninggal dunia di pelukan Masamah. Hasil pemeriksaan forensik, menunjukkan bahwa sidik jari Masamah terdapat di tubuh korban. 

Namun, Masamah menyangkal telah melakukan pembunuhan tersebut. Dalam persidangan, ia bersaksi bahwa adanya sidik jari itu karena ia berusaha menenangkan korban yang menangis setelah bagian lehernya diduduki oleh saudara sepupunya yang berusia tiga tahun, saat tertelungkup. Tak lama setelah Masamah memangkunya, korban meninggal.

Masamah sendiri lolos dari hukuman mati, setelah ayah korban memaafkan Masamah dan juga tidak membebankan pembayaran diyat bagi Masamah.


(ALB)