Kampung Warna-Warni Bekasi Bakal Jadi Objek Wisata

Antara    •    Kamis, 08 Feb 2018 20:04 WIB
pemukiman kumuh
Kampung Warna-Warni Bekasi Bakal Jadi Objek Wisata
Kampung Warna-warni, Bekasi. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Bekasi: Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berkomitmen untuk menjadikan Kampung Warna-Warni di RW 08 Rawabambu, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Bekasi Utara, sebagai destinasi wisata. Menurutnya, Kampung Warna-Warni bisa menyerupai Kampung Glintung di Malang, Jawa Timur.

"Saya optimistis Kampung Warna-Warni ini bisa menjadi tujuan wisata apabila peran pemerintah daerah dalam pembenahan serta peran aktif masyarakat dalam menjaganya bisa berjalan selaras," katanya, usai meresmikan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), di Kampung Warna warni, Rawa Bambu, Kamis 8 Februari 2018.

Kepala Dinas Perkimtan Kota Bekasi Dadang Ginanjar mengatakan realisasi Kampung Warna-Warni tersebut digarap sejak Agustus-November 2017 bersama warga. Dana bersumber dari bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat total Rp350 juta.

"Kita juga memperoleh bantuan 50 tempat sampah dari CSR PT Hasanah Damai Putra (HDP) sebagai developer perumahan di sekitar lingkungan tersebut," katanya.

Dadang menuturkan, awalnya memilih RW 08 sebagai Kampung Warna-Warni dalam program Kotaku lantaran wilayah tersebut masuk dalam kriteria kumuh. Lantaran  indikator kepadatan penduduk serta kerapatan bangunan yang tidak berimbang dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

"Di Kota Bekasi totalnya ada 443 hektare lahan kumuh. Salah satunya di Rawabambu ini seluas 4 hektare lebih. Konsep Kampung Warna-warni ini merupakan aspirasi warga," ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 02 RW 08 Yaman Nurhasan mengaku senang dengan adanya kegiatan Kotaku di lingkungannya. Sebab, selama ini lingkungan RT yang berpopulasi 191 lebih kepala keluarga (KK) berkategori sebagai tempat kumuh selama puluhan tahun.

"Sebenarnya masih banyak yang pelu dibenahi di lingkungan ini, kita sendiri belum puas dengan kondisi sekarang, namun saya pribadi mewakili warga sangat senang dengan adanya program ini karena lebih tertata rapi dan nyaman," katanya.

Menurut dia, stamina warganya turut dilibatkan dalam upaya mengecat lingkungan mereka yang meghabiskan total 25 pel cat berkapasitas volume 20 kilogram per pel.

"Kita cat sampai gorong-gorong saluran air. Kita juga sumbang pot bunga secara swadaya. Harapannya, kampung kita bisa jadi tempat wisata," imbuhnya.

Program Kotaku di kawasan tersebut menyasar RW08 yang terdiri atas lingkungan RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 dengan total populasi penduduk mencapai lebih dari 500 kepala keluarga.

Program kerja Kotaku di lingkungan itu diimplementasikan melalui upaya perbaikan saluran air sepanjang 125 meter, perbaikan jalan lingkungan menggunakan paving blok di empat gang, pengecatan warna-warni pada bagian tembok rumah hingga penyediaan 50 unit bak pembuangan sampah organik dan nonorganik.


(LDS)