Megawati Akan Dapat Gelar Kehormatan dari Mokpo National University

Mohammad Adam    •    Rabu, 15 Nov 2017 18:00 WIB
megawati
Megawati Akan Dapat Gelar Kehormatan dari Mokpo National University
Sambutan kepada Megawati Soekarnoputri saat tiba di Mokpo, Korea Selatan. (MTVN/Mohammad Adam)

Metrotvnews.com, Mokpo: Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri akan menerima gelar Doktor Honoris Causa (DHC) dari Mokpo National University, salah satu universitas terbaik di Korea Selatan (Korsel).

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rokhmin Dahuri menyatakan gelar kehormatan itu akan resmi diberikan Mokpo National University kepada Megawati pada Kamis besok, 16 November 2017.

"Mokpo National University bermaksud untuk memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada Ibu Megawati Soekarnoputri di bidang ekonomi," ujar Rokhmin di Mokpo, Korsel, 15 November 2017.

Mokpo memberikan gelar kehormatan ini berdasarkan penilaian atas kiprah Megawati selama kurang lebih dua dekade mengkampanyekan sistem Ekonomi Pancasila. Kegigihan Megawati dalam hal ini terlihat dalam karier politiknya sejak tahun 1990-an

"Beliau sejak sebagai anggota DPR RI, Wapres, Presiden, dan Ketua Umum PDI Perjuangan sampai sekarang secara konsisten memperjuangkan paradigma ekonomi Pancasila supaya diimplementasikan untuk menggantikan sistem paradigma (sistem) ekonomi kapitalisme," kata Rokhmin.

Sebagaimana diketahui, karier Megawati sebagai anggota legislatif di parlemen berlangsung dalam kurun tahun 1987 hingga 1997.

Menurut Rokhmin, Megawati amat meyakini bila Ekonomi Pancasila diterapkan, maka cita-cita Trisakti sebagaimana yang digagas oleh Soekarno selaku proklamator kemerdekaan RI akan menjadi menjadi kenyataan di dunia. "Trisakti akan terwujud bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain yang mengimplementasikannya," katanya.

Adapun konsep Trisakti yang diperkenalkan Soekarno dalam pidatonya pada tahun 1963 mencakup tiga aspek. Pertama, berdaulat di secara politik. Kedua, berdikari secara ekonomi. Ketiga, berkepribadian secara sosial budaya.

Ekonomi Pancasila ditengarai bakal mewujudkan dunia yang lebih berkeadilan, sejahtera, dan damai. Karena Ekonomi Pancasila bersifat inklusif, tidak hedonistik, dan tidak serakah.

Rokhmin yang merupakan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB ini mengatakan, Mokpo National University telah mengakui Ekonomi Pancasila sangat relevan sebagai alternatif pengganti Sistem Ekonomi Kapitalis yang semakin hari hanya menghasilkan dunia dengam ketimpangan sosial ekonomi yang makin lebar.

Tak hanya itu, Ekonomi Kapitalis juga dianggap menciptakan kerusakan lingkungan yang mengancam kapasitas keberlanjutan ekosistem bumi itu sendiri. "Kehidupan umat manusia semakin mencekam. Seperti narkoba, gangguan jiwa, perang saudara, gelombang migrasi, dan lainnya," kata Rokhmin.

Mokpo National University dikenal sebagai salah satu Universitas Terbaik di Korea Selatan, dengan Pola Ilmiah Pokok (core competence) di bidang Ekonomi Maritim dan Teknik Perkapalan. Universitas ini juga telah difasilitasi oleh Megawati untuk bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

"Kedua kampus ini akan melakukan penandatanganan MoU sebelum orasi ilmiah Ibu Megawati besok sore," kata Rokhmin.

Gelar DHC untuk Megawati dari Universitas Nasional Mokpo ini akan menjadi yang ke-6. Sebelumnya, Megawati pernah mendapatkan gelar doktor kehormatan dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang;  Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korsel; Moscow State Institute of International Relation, Rusia; Universitas Padjadjaran; dan Universitas Negeri Padang.


(ADM)