Sampah Bogor Diklaim Bukan Penyebab Banjir Jakarta

Rizky Dewantara    •    Selasa, 20 Mar 2018 13:06 WIB
sampah
Sampah Bogor Diklaim Bukan Penyebab Banjir Jakarta
Bima dan Dedie berbincang dengan warga di Kota Bogor, Medcom.id - Rizky Dewantara

Bogor: Calon Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menerangkan pengelolaan sampah di Kota Bogor sudah naik. Sehingga sampah dari Kota Bogor, Jawa Barat, tak berkaitan dengan banjir di DKI Jakarta.

Selama menjabat sebagai Wali Kota Bogor, Bima mengklaim membentuk 233 unit bank sampah untuk menangani masalah tersebut. Ia juga membangun 26 unit tempat pengelolaan sampah (TPS) yang menerapkan sistem penggunaan kembali (reuse), mereduksi (reduce), dan mendaur ulang (recycle). Sistem itu dikenal sebagai 3R.

Bila nanti kembali memimpin, Bima akan memaksimalkan fungsi TPS 3R itu. Setidaknya, satu RW memiliki sebuah TPS.

"Data yang kami terima menyebutkan produksi sampah di Kota Bogor mencapai 550 ton per hari. Tapi baru beberapa persen yang dikelola melalui bank sampah dan TPS 3R. Sisanya masuk tempat pembuangan akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor," kata Bima dalam wawancara khusus bersama Medcom.id, Kamis, 15 Maret 2018.

Bima mendorong warga peduli dengan penanganan sampah. Salah satu caranya dengan mengolah sampah menjadi produk bernilai, misal gas dan pupuk.

"Kami akan merumuskan formula agar unit-unit pengelolaan sampah akan dimaksimalkan dan ditambah,” lanjut Bima.

Meski demikian, Bima menyatakan saat ini Kota Bogor masih menunggu proses finalisasi dari Pemprov Jabar terkait kesepakatan membangun tempat persinggahan terakhir sampah dari wilayah Bogor dan Depok. Yaitu membangun Tempat Pengelolan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Nambo, terletak di Kabupaten Bogor, untuk wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok.

"TPPAS Nambo akan mengelola minimal 1.000 ton sampah per hari. Mudah-mudahan tahun depan sudah dapat pindah ke sana karena ketiga daerah tersebut sudah melakukan MoU (nota kesepakatan) dengan Pemprov Jabar," bebernya.

Selain itu, Bima yang berpasangan dengan mantan pejabat KPK Dedie A Rachim itu membeberkan Kota Bogor tidak akan menjadi kota metropolitan, Bogor akan diarahkan kota yang nyaman, ramah, dan aman bagi keluarga.

"Untuk wajah metropolitan Bogor akan hadir di wilayah Kecamatan Bogor Utara. Di sana akan diatur zonasinya, jadi tunggu saja jika ingin lihat wajah Kota Bogor yang lebih kekinian," tuntas Bima. 



(RRN)