Alih Fungsi Lahan di Bandung Utara Picu Banjir Bandang

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 22 Mar 2018 19:22 WIB
bencana banjir
Alih Fungsi Lahan di Bandung Utara Picu Banjir Bandang
: Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung berusaha mengevakuasi bangkai mobil di Sungai Cipamokolan, Antapani, Bandung, Jawa Barat. Foto: Antara/Raisan Al Farisi

Bandung: Banjir Bandang yang melanda kawasan Cicaheum, Kota Bandung, merusak puluhan rumah dan menyisakan tumpukan lumpur pada Selasa, 21 Maret 2018, malam. Alih fungsi lahan secara masif jadi pemicu.

"Seperti diketahui, alih fungsi lahan terjadi di Bandung Utara dimana pengalihan lokasi hutan lindung menjadi Hotel, Cafe dan Resort," ungkap Pakar Hidrologi dan Lingkungan Universitas Padjadjaran Chay Asdak kepada Medcom.id, Kamis, 22 Maret 2018.

Secara fisik, tiga wilayah yaitu Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung Kota Bandung berada di ketinggian di atas 700 meter dari permukaan laut. Sedangkan puncak Bandung Utara awalnya merupakan wilayah vegetasi yang notabene dipenuhi oleh pepohonan.

"Ketika terjadi alih fungsi lahan, vegetasi yang biasa menahan laju air ketika hujan lebat menghilang dan akhirnya banjir tak terbendung," bebernya.

(Baca: Lumpur Sisa Banjir Bandang Bandung Masih Mengendap)

Selain itu, kata Chay, drainase yang kurang baik juga menyebabkan air hujan tidak tertampung. Akhirnya meluap dan menyebabkan banjir bandang.

"Kalau ada pepohonan atau hutan lindung, air hujan yang turun bisa ditampung di tanah dan masuk dalam cekungan alami," paparnya.

Chay menegaskan, banjir bandang yang terjadi di Kota Bandung seharusnya jadi cambuk bagi pemerintah untuk segera mengambil sikap. Terutama tentang pengawasan perizinan kepada para pengusaha.

Pejabat Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Provinsi Jabar, harus segera menertibkan perizinan. Seluruh pengusaha harus memenuhi aturan ruang terbuka hijau (RTH), kolam retensi dan sumur artesis.

"Jangan perbolehkan pengusaha membuka lahan di situ (kawasan Bandung Utara). Selain itu perlu disadari keberfungsian drainase itu hanya sekitar 30 persen," pungkasnya.

 


(SUR)