Jalur Tol Melintas, Geliat 'Pusat Rumah Makan' di Pantura Meredup

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 26 Oct 2017 12:44 WIB
jalan tol
Jalur Tol Melintas, Geliat 'Pusat Rumah Makan' di Pantura Meredup
Pengendara melintasi sebuah rumah makan di pinggir Desa Kanci Cirebon, Kamis 26 Oktober 2017. Rumah makan itu tutup sejak pemerintah membangun tol Palimanan-Kanci, MTVN - Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com,Cirebon: Perekonomian rakyat pernah menggeliat di pinggir jalan Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat. Tak heran bila di kalangan sopir, Desa Kanci dijuluki sebagai pusat rumah makan di kawasan Pantura.

Tapi, julukan itu memudar seiring pembangunan tol yang melintasi Desa Kanci. Bila dulu pengendara beristirahat dan membeli makanan di Desa Kanci, kini warung-warung itu sepi. Bahkan beberapa warung tutup.

"Sebelum ada tol, ramai pembelinya. Hampir setiap hari ramai," kata Juriyah, warga Desa Kanci, Kamis 26 Oktober 2017.

Juriyah bercerita, dulu, orang tuanya memiliki rumah makan di pinggir jalan. Bukan hanya satu, tapi dua rumah makan.

Baca: Resmikan Tol Cipali, Jokowi Genjot Pembangunan Infrastruktur

Setiap hari, rumah makan yang diberi nama Sumber Makmur dan Sederhana itu menjual menu makanan tradisional, seperti ayam bakar. Rumah makan selalu ramai pengunjung mulai pagi hingga malam hari. Dalam sehari, rumah makan melayani lebih dari 10 pengunjung.

"Apalagi, wilayah Kanci kan salah satu titik lelah, tempat pengendara beristirahat dari arah barat sebelum memasuki wilayah Jawa Tengah," kenang perempuan berusia 35 tahun itu. 

Kini kondisi berbalik 180 derajat. Sejak tahun 1997, tol Palikanci melintasi Desa Kanci. Jarak tol hanya 1 Km dari rumah makan milik orang tua Juriyah.

Sejak itu pula, pengendara memilih melintasi tol dari arah barat menuju Jawa Tengah atau sebaliknya. Tak banyak pengendara yang melintasi jalan Desa Kanci. Artinya, tak banyak pengendara yang mampir ke rumah makan milik orang tuanya.

"Rumah makannya sepi. Jadi terpaksa ditutup," ujar Juriyah.

Dulu, lanjut Juriyah, sedikitnya 25 rumah makan berjejer di pinggir jalan desa. Kini, bukan hanya orang tuanya yang menutup rumah makan.

"Sekarang tinggal rumah makan yang berjualan. Itu pun sepi pengunjung," ujarnya.

Bila dulu, saat masih ramai, Juriyah kerap membantu usaha orang tuanya. Tapi sekarang, Juriyah berjualan mi ayam di depan rumah makannya. 

Target pasarnya bukan hanya pengguna jalan. Tapi, masyarakat di sekitar rumahnya juga menjadi pelanggan.

Sidik, sopir truk asal Brebes, Jateng, mengaku soal wilayah Kanci yang dulu populer sebagai pusat rumah makan di Pantura. Ia juga pernah mencicipi santapan di salah satu rumah makan di desa tersebut.

Menurut Sidik, keberadaan rumah makan sangat berarti bagi para sopir. Ia dapat beristirahat sejenak setelah berkendara cukup lama.
 
"Tapi sekarang sopir  memilih lewat tol, supaya mempersingkat waktu. Jadi sudah tidak makan di Kanci lagi," kata Sidik.

Tol Palikanci atau Jalan Tol Palimanan-Kanci merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa. Pembangunannya rampung pada 1997. Jalur tol dioperasikan PT Jasa Marga.

Lihat video:
 


(RRN)