Buni Yani: Kan, Stupid

Roni Kurniawan    •    Selasa, 03 Oct 2017 16:46 WIB
buni yani tersangka
Buni Yani: Kan, <i>Stupid</i>
Buni Yani mendengarkan tuntutan jaksa penuntut umum di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jalan Serum, Selasa 3 Oktober 2017.MTVN/Roni

Metrotvnews.com, Bandung: Terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Buni Yani keberatan atas tuntutan jaksa. Dia tak terima diancam dua tahun penjara dan denda Rp100 juta.

Buni menilai JPU memberikan tuntutan tak berdasarkan fakta, termasuk rekaman video Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berbicara di hadapan warga di Kepulauan Seribu. Seharusnya, lanjut Buni Yani, tim JPU membuktikan jika video tersebut dipotong olehnya.

"Sekarang ini yang terjadi dalam itu jaksa bahwa saya dituduh memotong video, tapi saya yang disuruh membuktikan saya tidak memotong video, kan stupid gitu loh. Gimana ceritanya, belajar ilmu hukum dari mana," kata Buni Yani usai menghadiri sidang dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jalan Seram, Selasa 3 Oktober 2017.

Baca: Buni Yani Dituntut Dua Tahun Penjara

Buni Yani menyebut tidak etis kalau dirinya yang tertuduh harus membuktikan video tersebut tidak dipotong. Harusnya, lanjut Buni Yani, tim JPU yang membuktikan video tersebut karena telah menuduhnya.

"Saya tidak belajar hukum tapi ada azas di dalam hukum itu, disebut the burden of proof, kalau saudara menuduh saya melakukan sesuatu, maka beban untuk membuktikan itu ada di pihak Anda," urai dia.

Selain itu Buni Yani pun merasa beberapa fakta yang memberatkan dirinya tidak berlandaskan keadilan. Termasuk tidak adanya bukti pemotongan video seperti yang dituduhkan oleh tim JPU.

"Yang memberatkan saya, yang digunakan untuk menuntut saya, fakta-fakta yang di persidangan tidak dilakukan untuk yang meringankan saya. Tidak berdasarkan pada kebenaran dan keadilan. Ini benar-benar zalim dan biadab," kesalnya.

Sementara itu ketua tim penasihat hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengatakan, pihaknya akan menyampaikan pledoi dalam dua minggu ke depan untuk meringankan tuntutan.

"Tuntutan jaksa hari ini, itu lebih pada asumsi dia. Jadi kita akan bacakan pledoi dua minggu ke depan," pungkas Aldwin.


(ALB)