Pilgub Jabar 2018

Emil tak Mau Tebak-tebak Dukungan Golkar

Roni Kurniawan    •    Jumat, 22 Sep 2017 14:15 WIB
pilgub jabar 2018
Emil tak Mau Tebak-tebak Dukungan Golkar
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil -- MTVN/Roni Kurniawan

Metrotvnews.com, Bandung: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku, belum mengetahui beredarnya surat keputusan DPP Partai Golkar terkait penetapan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat 2018. Hingga kini, pria yang akrab disapa Emil ini belum mendapat konfirmasi apa pun dari Golkar.

"Sampai sekarang, saya belum menerima surat itu. Belum dapat konfirmasi dari Golkar juga," kata Emil di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Bandung, Jawa Barat, Jumat 22 September 2017.

(Baca: Beredar Surat Putusan Golkar Mengusung Ridwan Kamil-Daniel Mutaqien)

Emil menegaskan, segala kemungkinan masih bisa terjadi sebelum ada perjanjian hitam di atas putih. Hingga kini, baru Partai NasDem dan PKB yang secara resmi mengusungnya sebagai calon gubernur Jabar 2018.

"Dalam politik, sebelum janur kuning melengkung, bisa berubah. Artinya, sebelum ada hitam di atas putih, segala sesuatu pasti terjadi," pungkas Emil.

Sebelumnya, beredar surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar yang menetapkan Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien Syafiuddin sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur JAbar 2018. Surat yang berstatus rahasia itu ditandatangani Ketua Umum Golkar Setya Novanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham.


Surat keputusan Partai Golkar terkait calon gubernur dan calon wakil guberur Jawa Barat 2018 -- MTVN/Roni Kurniawan

Namun, surat tidak mencantumkan nomor serta tanggal penetapan keputusan. Tertulis, surat ditembuskan ke beberapa pihak, seperti Ketua Harian DPP Partai Golkar, Ketua Korbid PP Indonesia-I DPP Partai Golkar, Ketua Bidang PP Jawa I DPP Partai Golkar, Bendahara DPP Partai Golkar, dan DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat.

Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengaku belum mengetahui secara pasti terkait surat tersebut. Bahkan, ia mempertanyakan keaslian surat tersebut.

Bupati Purwakarta ini mengatakan, tidak mungkin jika Setya Novanto mengambil keputusan dalam keadaan kurang sehat. Terlebih, pilgub Jabar menyangkut hidup orang banyak serta keberlangsungan masa depan partai berlambang pohon beringin tersebut.


(NIN)