Komplotan Pemalsuan Dokumen Kendaraan Diringkus

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 26 Jul 2017 15:25 WIB
pemalsuan dokumen
Komplotan Pemalsuan Dokumen Kendaraan Diringkus
Polda Jabar ungkap penangkapan anggota komplotan pemalsuan kendaraan hasil kejahatan -- MTVN/Octavianus Dwi Sutrisno

Metrotvnews.com, Bandung: Sebanyak empat anggota komplotan pemalsuan dokumen kendaraan hasil pencurian dan penggelapan diringkus Polda Jabar belum lama ini. Salah satu tersangka berinisial W.

"W ini mempunyai peran penting dalam modus operandi kasus ini," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus di Bandung, Jawa Barat, Rabu 26 Juli 2017.

Yusri menjelaskan, W berperan mengubah semua data dari kendaraan hasil pencurian dan penggelapan dengan cara menghapus data di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atau Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Ia mengubahnya dengan amplas khusus.

"Setelah dihapus, lalu STNK dia cetak ulang sesuai dengan kelengkapan jenis kendaraan hasil kejahatan," bebernya.

Menurut Yusri, komplotan tersebut berbagi tugas. Ada yang mencari, mencetak dokumen palsu, hingga mencuri kendaraan.

"Mereka pemain lintas provinsi. Hingga saat ini, kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pemetik kendaraan," bebernya.

Hingga kini, sudah ada 13 mobil hasil pencurian dan penggelapan yang berhasil diamankan dari tangan pelaku. "Kita juga mengamankan barang bukti berupa STNK dan BPKB palsu, print, serta peralatan lainnya untuk menggandakan dokumen kendaraan. Dari pengakuan tersangka, mereka telah beroperasi selama enam bulan. Tapi, ini masih kita dalami," ucapnya.

Yusri menegaskan, secara kasat mata STNK dan BPKB palsu terlihat sama seperti asli. Namun, apabila dicek lebih lanjut, akan sama dengan dokumen kendaraan lain.

"Misalnya Kijang Inova sama seperti BPKB dengan nomor rangka dan mesin kendaraan itu (hasil kejahatan). Namun, bila dicek lagi, nomor register STNK-nya ternyata milik motor atau mobil lain," tegasnya.

Penangkapan komplotan pemalsu dokumen itu bermula dari informasi masyarakat. "Setelah dilakukan penyelidikan, terungkap banyak sekali modus operandinya," pungkas Yusri.

W dan ketiga rekannya kini mendekam dibalik jeruji besi Mapolda Jabar. Atas perbuatannya, keempat tersangka diganjar Pasal 263 dan 264 KUHPidana atas pembuatan dan pemalsuan dokumen dengan ancaman tujuh tahun penjara.


(NIN)