Pembunuh Pegawai BNN Dianggap tak Kooperatif

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 05 Sep 2017 18:23 WIB
kasus pembunuhan
Pembunuh Pegawai BNN Dianggap tak Kooperatif
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Bandung: Pembunuh pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN) Indria Kameswari dianggap tidak kooperatif selama proses interogasi. Pelaku tak lain suami korban, yaitu Abdul Malik Azis.

"Pelaku saat ini sudah berada di Polres Bogor. Tapi, kita masih mendalami kasus ini karena yang bersangkutan tidak kooperatif saat diinterogasi. Di KTP juga dia menggunakan nama palsu berinisial AM," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus di Bandung, Jawa Barat, Selasa 5 September 2017.

(Baca: Pegawai BNN Tewas Diduga Dibunuh Suami)

Yusri menjelaskan, indikasi awal pembunuhan disebabkan ribut masalah rumah tangga antara pasutri asal Warakas, Jakarta Utara itu. Abdul tega menghabisi istrinya dengan tembakan.

Ketika insiden tersebut terjadi, ceceran darah korban sempat membanjiri lantai ruang tengah dan tempat cuci baju. "Korban meninggal dunia dengan luka tembak pada punggung bagian kanan," terang Yusri.

Sebelumnya, Indria ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya, Perumahan River Valley, Desa Palasari, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat 1 September 2017. Polisi mencurigai suami Indria sebagai pelaku karena Abdul tiba-tiba menghilang usai peristiwa nahas tersebut.

(Baca: Tersangka Pembunuh Pegawai BNN Ditangkap)

Tim gabungan Polres Kabupaten Bogor, Direktorat Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN, serta Polda Kepulauan Riau menangkap Abdul pada Minggu 3 September 2017. Ia diringkus di Kavling Bengkong Wahyu, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kepulauan Riau.


(NIN)