Belajar Penanganan Sampah dari Pemkot Tangsel

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 06 Dec 2018 13:52 WIB
tangerang selatan
Belajar Penanganan Sampah dari Pemkot Tangsel
Pemerintah Kota Palu melakukan studi tiru dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terkait inovasi dan penanganan sampah (Foto:Dok.Pemkot Tangsel)

Ciputat: Pemerintah Kota Palu melakukan studi tiru dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terkait inovasi dan penanganan sampah. Kota Tangsel dinilai memiliki inovasi dalam pelayanan kelurahan dan penanganan sampah.

Kunjungan studi tiru Pemerintah Kota Palu diketuai oleh Asisten Daerah I Satu Moh Rifani, bersama lurah, dan camat. Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.

"Saya membawa lurah dan camat, untuk mempelajari pelayanan sampah dan kecamatan,” ujar Rifani, dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 Desember 2018. 

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali kota Tangsel Benyamin Davnie mengapresiasi Pemerintah Kota Palu yang berhasil bangkit dari gempa dan tsunami. Pemerintah Kota Palu menjalankan roda pemerintahan dengan tetap optimal melayani masyarakatnya di tengah-tengah situasi bencana alam.



“Smart City (kota pintar) mengusung pemerintahan yang berjalan dalam kondisi nol, namun pelayanan publik teratasi dengan baik. Padahal kondisi diri sendiri masih tidak stabil," ujar Benyamin, di Ruang Anggrek, Puspemkot Tangsel, Ciputat.

Dia mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Palu yang mampu memberikan pelayanan publik secara maksimal, walau dengan kesusahan dan keterbatasan.

”Situasi bencana memang sangat dilematis. Memikirkan badan sendiri saja sulit, tapi Palu tetap optimal memberikan pelayanan kepada warganya usai bencana yang terjadi,” kata Benyamin.

Benyamin menjelaskan wilayah Tangsel yang berjumlah tujuh kecamatan dengan 54 kelurahan baru saja melantik 20 lurah yang sudah pegawai negeri sipil (PNS). Menurutnya, mencari lurah lumayan sulit.
 


”Alhamdulillah, kita baru saja melantik lurah yang berstatus PNS, meskipun memang sumber daya manusia (SDM) yang terbatas,” katanya.

Kota Tangsel yang baru berdiri pada 2008, terus berupaya melakukan pengembangan konsep kota pintar. Salah satunya, dengan membuat Sistem Surat Masuk dan Surat Keluar (Sisumaker), Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran, Pelaporan (Simral), dan Siaran Tangsel. ”(Sisumaker) aplikasi ini tentang surat menyurat, bisa dilakukan di mana saja dan kapan pun perintah wali kota langsung terbaca,” katanya.

Kemudian, Simral untuk mengetahui serapan anggaran yang sudah berjalan. Siaran Tangsel mengenai keluhan masyarakat yang terjadi, baik jalan, pohon tumbang, genangan air, dan sebagainya. 


(ROS)