Organda Bogor Minta Angkot Modern Dievaluasi

Rizky Dewantara    •    Kamis, 11 Oct 2018 12:19 WIB
angkutan umum
Organda Bogor Minta Angkot Modern Dievaluasi
Pengunjung melihat angkutan kota (angkot) modern di Lippo Plaza Kebun Raya, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/9). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah.

Bogor: 'Angkot Modern' yang diklaim Dinas Perhubungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dapat mengentaskan kemacetan dianggap salah kaprah.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor, Mochamad Ishack mengatakan, keberadaan 'Angkot Modern' merupakan program konversi dari Dishub Kota Bogor dengan skema tiga angkot konvensional menjadi dua angkot modern perlu dievaluasi kembali.

Harusnya, kata Ishak, Dishub Kota Bogor memprioritaskan skema tiga banding satu, yaitu tiga angkot dilebur menjadi satu bus sedang. 

"Nyatanya yang diperlihatkan Dishub Kota Bogor, angkot menjadi angkot lagi. Harusnya konversi bisa menambah kapasitas penumpang," kata Ishak saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 11 Oktober 2018. 

Ishak menjelaskan, masalah konversi tiga banding dua yang terus dimatangkan Dishub Kota Bogor dengan mengeluarkan 'Angkot Modern' harus memperhatikan angkot yang sudah ada.

Menurut Ishak, kebijakan tersebut harus juga memberikan solusi bersama agar tidak tumpang-tindih.

"Sosialisasi harus masif dilakukan karena masih banyak para pemilik angkot yang menolak atau belum menerima konversi itu," jelas Ishak.

Ishak menegaskan, angkot yang terkena konversi itu harus jelas pendataannya, mana saja angkot yang dihilangkan dan angkot baru yang dikeluarkan.

Ishak menegaskan, data tersebut harus benar-benar ada. Dengan adanya data, angkot yang ada di Kota Bogor bisa terorganisir dengan baik.

"Harus jelas soal angkot .yang dilebur dari hasil konversi itu, angkot mana saja dan dari trayek mana. Untuk angkot yang nantinya mengisi jalur feeder juga harus jelas," ungkap Ishak.

Ishak kembali mengatakan, selama ini ia juga mengaku dapat keluhan dan masukan dari berbagai pihak, terutama pengusaha angkot. Mereka menilai kesiapan Dishub Kota Bogor kurang terkait angkot konversi.

Ishak menambahkan, pihaknya meminta kepada Dinas Perhubungan Kota Bogor untuk menyiapkan dulu sarana prasarana yang memadai untuk angkot modern.

"Jangan sampai sarana prasarananya belum ada, angkot modern sudah beroperasi, nanti bisa terjadi gesekan di lapangan. Ini yang harus diperhatikan oleh Dishub Kota Bogor," pungkas Ishak.


(DEN)