Ikan di Jatiluhur Diklaim Bebas Logam Berat

   •    Sabtu, 17 Nov 2018 18:28 WIB
perikanan
Ikan di Jatiluhur Diklaim Bebas Logam Berat
Kolam Jaring apung (KJA) di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (16/4/2017). Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Jakarta: Paguyuban Petani Ikan (PPI) Jatiluhur memastikan ikan di Kolam Jaring Apung (KJA) Jatiluhur dan Cirata aman dari logam berat. Kepastian itu diketahui setelah PPI berinisiatif memeriksa sampel ikan ke laboratorium Sucofindo pada Oktober 2018.

"Penelitian ini untuk menepis isu yang beredar bahwa ikan dari Cirata dan Jatiluhur mengandung logam berat," kata Ketua PPI Jatiluhur, Yana Setiawan, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 17 November 2018.

Berdasarkan data Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) subdivisi ikan, produksi ikan air tawar, terutama di Jawa Barat mencapai 16.667 ton per bulan pada 2018. Sebanyak 60 persen di antaranya berasal dari perairan umum. Adapun produksi nasional diperkirakan 72.222 ton per bulan. 

"Artinya, porsi Jabar sekitar 23 persen dari total produksi nasional yang notabene hasil budidaya ikan di KJA," kata dia. 

Yana menuturkan pemerintah tengah gencar meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Indonesia. Terbukti, konsumsi ikan per kapita terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2012 tercatat sebesar 33,89 kilogram per kapita. Pada 2016 meningkat menjadi 43,88 kilogram per kapita.

Menurut dia, untuk lebih menyosialisasikan makan ikan, PPI Jatiluhur mendukung Festival Lauk Juara yang digelar Pemprov Jawa Barat pada 16-17 November 2018 di Bandung.

Dalam festival tersebut, masyarakat pembudidaya perikanan di Jatiluhur dan Cirata turut berpartisipasi dengan menyajikan aneka panganan olahan ikan khas Jawa Barat.



(UWA)