Kepala Puspiptek Resmikan Tempat Produksi Tenant Binaan

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 12 Dec 2018 19:08 WIB
puspiptek
Kepala Puspiptek Resmikan Tempat Produksi Tenant Binaan
Kepala Puspiptek Sri Setiawati (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Parungpanjang: Inovasi, kesabaran, dan keuletan menjadi kunci menjadi pebisnis yang sukses dalam ketatnya persaingan. Dapur Evia, misalnya. Usaha yang fokus pada produksi cabai dan cabai olahan itu berhasil mengembangkan produknya.

Dapur Evia merupakan tempat produksi cabai dan cabai olahan dari PT Evia Maju Sejahtera. Perusahaan tersebut semakin mengembangkan produknya setelah menjadi tenant binaan pada TBIC (Technology Businesses Incubation Center) di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) pada tahun ini.

Dapur Evia pada hari ini, Rabu, 12 Desember 2018, resmi dibuka. Kepala Puspiptek Sri Setiawati hadir untuk meresmikan secara langsung Dapur Evia yang berlokasi di Desa Kabasiran, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pada peresmian tersebut Sri didampingi Co-Founder PT Evia Maju Sejahtera Iman Setiadi Sumantor. Hadir juga Kepala Balai Inkubator Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Anugerah Widiyanto. 

Sri memuji perkembangan pesat Evia Maju Sejahtera. "Inovasi pada Evian Maju Sejahtera melibatkan masyarakat. Inovasi memberikan dampak. Kami berharap dari situ bisa ditularkan ilmunya kepada masyarakat,” ujar Sri kepada Medcom.id. 

Dapur Eva terletak di belakang rumah Iman. Sebelumnya, proses produksi seluruhnya dilakukan di rumahnya. Produk yang dihasilkan adalah chili oil, cokelat pedas, abon cabai, dan peyek pedas.


Co-Founder PT Evia Maju Sejahtera Iman Setiadi Sumantor (tengah) dan Kepala Puspiptek Sri Setiawati (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Dengan adanya Dapur Evia, proses produksi bisa dilakukan secara mandiri. Meskipun demikian, Sri menegaskan Puspiptek tetap tetap akan memberikan pendampingan. Puspiptek siap memenuhi berbagai kebutuhan dari para tenant. 

“Walaupun sudah mandiri, tapi tetap masih dilakukan pendampingan. Banyak para tenant (sudah graduasi) yang datang kembali ke Puspiptek,” ujarnya. 

Selain peresmian Dapur Eva, diadakan juga peresmian Kampung Cabai. Peresmian dilakukan oleh Kepala Biro Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) (Persero) Reni Rizal.


Kampung Cabai  di Desa Kabasiran, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Proses peresmian dilakukan secara simbolis dengan pemberian bibit cabai oleh Reni dan Kepala Balai Inkubator Teknologi BPPT Anugerah Widiyanto kepada enam perwakilan ibu Desa Kabasiran. 

Terkait Kampung Cabai, Iman mengatakan pihaknya melibatkan masyarakat untuk menjaga kestabilan harga dari produknya. Caranya dengan membagikan cabai kepada warga sekitar untuk ditanam.

“Kalau mau dipakai silakan, kalau kelebihan silakan setor. Target kita, satu RW 10 ribu pohon cabai. Dengan 20 pohon, bisa hemat belanja Rp300 ribu-Rp500 ribu per rumah tangga,” kata Iman. 

Selain membangun kemitraan, Iman berharap ke depannya Kampung Cabai bisa menjadi Kampung Wisata dan mempunyai pabrik besar berskala industri. “Saya ingin Parungpanjang terkenal karena cabainya,” ucap Iman.


(ROS)