Keluarga Datangi Polda Minta Penangguhan Penahananan Tiga Petani Kertajati

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 24 Nov 2016 10:11 WIB
kerusuhan
Keluarga Datangi Polda Minta Penangguhan Penahananan Tiga Petani Kertajati
Petugas gabungan mengamankan proses pengukuran lahan untuk perluasan kawasan BIJB di Majalengka, Kamis 17 November, MTVN - Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Sekelompok warga mendatangi Markas Polda Jawa Barat pada Kamis 24 November. Mereka menuntut kepolisian menangguhkan penahanan tiga petani yang menjadi tersangka kasus kerusuhan di Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Kerusuhan terjadi pada Kamis 17 November. Para petani menolak petugas yang mengukur lahan untuk pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati.

Aksi penolakan rusuh. Warga melempari batu ke arah polisi yang mengamankan pengukuran lahan. Beberapa polisi terluka terkena lemparan. Polisi membalas dengan menembakkan gas air mata.

Baca: Polisi Tembakkan Gas Air Mata di Kawasan BIJB Kertajati

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, Arif Yogiawan, mengatakan kelompok warga itu merupakan keluarga dari ketiga petani. Mereka meminta penangguhan penahanan karena ketiga petani merupakan tulang punggung keluarga.

"Mereka juga menjamin ketiga petani tak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti," kata Arif yang mendampingi keluarga ketiga tersangka di Majalengka, Rabu (23/11/2016).

Arif berharap Polda mempertimbangkan permohonan tersebut. Sehingga ketiga petani dapat tetap memenuhi kebutuhan keluarga masing-masing. Sementara proses hukum dapat tetap berjalan.

“Semoga saja, setelah bertemu dengan keluarga ketiga petani tersebut, penangguhan penahanan bisa disetujui,” kata Arif.

Proses hukum ketiga petani berlangsung di kepolisian setempat. Ketiganya pun terancam hukuman enam tahun penjara karena melanggar Pasal 214 KUHP jo Pasal 211 KUHP tentang kekerasan melawan petugas kepolisian.

Baca: Tiga Petani Rusuh di Lahan BIJB Terancam Hukuman Penjara


(RRN)